KITAB UL KHARAJ PDF

His mother disapproved of his academic desires, insisting that he master some trade the art of tailoring, according to some source so as to help make ends meet. He is portrayed as an incredibly studious individual who was unceasing in his pursuit for knowledge and legal understanding. Anas, al-Layth b. Abu Yusuf lived in Kufa until he was appointed Qadi in Baghdad.

Author:Mezizuru Malataur
Country:Togo
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):28 February 2019
Pages:464
PDF File Size:12.18 Mb
ePub File Size:1.5 Mb
ISBN:376-9-63184-757-5
Downloads:87117
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Teran



Hal tersebut dapat terjadi dengan adanya pemerintahan yang adil dan beretika dalam membangun perekonomian negaranya sebagaimana nasihat Abu Yusuf kepada Khalifah Harun al-rasyid. Selanjutnya, Kenapa harus merujuk kepada budaya keilmuwan yang dibangun oleh para pemikir Muslim dahulu, karena mereka telah meletakan fondasi pandangan hidup Islam Islamic worldview yang kuat di setiap pemikiran-pemikiran dan tulisan-tulisannya.

Tetapi mirisnya, setelah kejatuhan Turki Utsmani, kebanyakan Negara-negara Muslim hingga saat ini masih menganut ilmu-ilmu yang dikembangkan oleh barat yaitu sekulerisme dan liberalismenya. Disisi ekonomi, kalau kita cermati kondisi Negara-negara Muslim pada saat ini, yang terjadi adalah bahwa mereka kebanyakan berada di posisi Negara-negara ketiga Negara-negara berkembang.

Hal ini terjadi dikarenakan oleh ketimpangan pendapatan secara makro. Penyebabnya adalah hilangnya nilai-nilai moral akhlak dan berlakunya kezaliman atau ketidakadilan yang di lakukan oleh pemerintah atau pribadi dan golongan tertentu.

Oleh karena itu, sudah saatnya Negara-negara Muslim kembali merujuk kembali kepada pemikiran ekonomi yang telah di bangun oleh para pemikir Muslim dahulu, seperti Abu Yusuf, Abu Ubayd, Imam Mawardi, Imam Ghazali dan lainnya.

Bukan malah merujuk kepada pemikir-pemikir barat seperti Adam Smith dan Keyness yang jelas-jelas teori-teorinya mengakibatkan tidak stabilnya perekonomian seperti terjadinya Great depression tahun an.

Paper ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran ekonomi Islam Abu Yusuf melalui bukunya yang berjudul al-kharaj. Buku yang ditulis atas permintaan khalifah Harun al-Rasyid di zaman Dinasty Abbasiyyah yang merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan olehnya. Pembahasan pertama akan membahas konsep kebijakan fiskal dari perspektip Islam. Kedua, akan membahas jual beli dan harga.

Adapun yang ketiga adalah tentang pekerjaan. Pada masa Bani Abbasiyyah, keadaan ekonominya stabil dan kuat. Hasil petanian dan buah-buahan berlimpah ruah, sehingga menyebabkan harganya murah disebabkan produksi yang berlimpah yang berasal dari lembah Nil, pulau Dajalah dan ng Furat dan Syam.

Bagdad menjadi pusat perdagangan internasional bagi para pedagang dari penjuru dunia. Namun, beliau kembali lagi ke halaqoh itu. Oleh karena itu, Imam Abu Hanifah adalah guru pertamanya.

Mazani berkata bahwa Abu Yusuf pengikut al-hadist. Pendapat lain mengatakan bahwa Abu Yusuf mempunyai sifat yang jujur dan terpercaya, maka tidak salah kalau beliau mendapatkan posisi tertinggi di department kehakiman pada masa itu. Beliau memangku jabatan hakim pada tiga khalifah; al-Mahdi, al-Hadi dan Harun al-Rasyid. Hal itu terlihat secara mencolok di dalam tulisannya kitab al-kharaj.

Ini menunjukan pemikirannya yang independent, perbedaan tidak meniumbulkan kontraversi antara murid dan guru. Gaya berfikirnya yang independent sangat berkaitan dengan profesinya sebagai hakim pada masa itu, karena profesinya menuntutnya untuk mengembangkan independent thinking yang sangat diperlukan untuk mencapai keadilan dan kenetralan dalam mengambil keputusan.

Amirul Mukminin Harun al-Rasyid mengangkatnya sebagai ketua hakim yaitu posisi hakim tertinggi pada masanya. Abu Yusuf wafat pada hari kamis setelah dzuhur 5 rabiul awwal hijriyyah.

Dalam bidang hadist yang menulis kitab al-athar kumpulan hadist-hadist. Kemudian beliau juga menulis kitab yang berjudul ikhtilaf Abi Hanifah wa Abi Yala.

Keuangan Publik Dalam Pemikiran Abu Yusuf Keuangan publik merujuk kepada aktivitas pemerintah terhadap pendapatan dan pengeluaran Negara. Secara conventional, terdiri dari 3 fungsi utama, yaitu fungsi alokasi, fungsi dsitribusi dan fungsi stabilisasi. Mereka semua ini terkena pajak di dalam pemerintahan Islam dengan kadar yang berbeda-beda. Dhimmi adalah kelompok asing yang berada di wilayah kekuasaan Islam dan membutuhkan perlindungan keamanan dari pemerintahan Islam, serta tunduk dengan segala aturan hukum yang berlaku.

Pendapatan-pendapatan Negara ini akan dijelaskan lebih rinci di bawah ini: III. Ghanimah Ghanimah secara bahasa adalah sesuatu yang didapatkan tanpa melalui kesulitan. Secara terminologi adalah rampasan atau jarahan di dalam peperangan dengan non-Muslim yang meliputi barang-barang bergerak yang ditinggalkan oleh pasukan musuh.

Perbedaan yang terlihat dalam pembagian tersebut yaitu pada kavaleri dan arteleri. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Abu yusuf dengan penjelasan bahwa hadist-hadist atau atsar-atsar tentang bagian untuk kuda 2 dan 1 lelaki yang berperang lebih sering disebutkan dan tsiqoh terpercaya. Walapun Abu Yusuf telah menguatkan argumennya, tetapi semua keputusan diserahkan kepada Amirul Mukminin untuk memilih mana yang lebih baik untuk dijalankan sebagai kebijakan di dalam pemerintahannya.

Maka gugurlah bagian Rasulullah dan kerabat dekatnya, dan membaginya kepada anak-anak yatim, orang-orang miskin dan musafir Ibnu Sabil. Gugurnya bagian Rasulullah SAW dan kerabatnya setelah wafatnya menjadi perdebatan pada masa itu. Pendapat pertama mengatakan bahwa bagian Rasulullah diberikan kepada Khalifah setelahnya. Adapun pendapat yang lain mengatakan bahwa bagian kerabat dekat diberikan kepada kerabat-kerabat Rasulullah SAW. Dan lainnya mengatakan bahwa bagian kerabat dekat diberikan kepada kerabat dekat Khalifah.

Apa pun yang keluar dari lautan. Rikaz barang temuan berupa emas, perak, mutiara dan lain-lainya III. Fay al-kharaj dan usyr Menurut Abu Yusuf bahwa fay berarti al-kharaj, yaitu pajak tanah. Selanjutnya dalam harta fay ini terdiri dari 2 pembagian, yaitu: 1 al-kharaj dan 2 Usyr.

Adapun usyr adalah pajak tanah yang dikenakan terhadap orang-orang Muslim. Tanah usyr adalah tanah yang dimiliki orang-orang Muslim baik berupa tanah arab atau tanah non-arab, seperti tanah Hijaz, Madinah, Makkah dan Yaman. Sedangkan tanah kharaj adalah tanah non arab yang dimiliki oleh non-Muslim dibawah pemerintahan Islam, seperti tanah di Basrah dan Khurasan.

Tanah usyr dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu: 1 tanah yang dimiliki melalui peperangan, 2 tanah yang dimiliki melalui perdamaian Shulhu dan 3 tanah yang dimiliki oleh orang-orang Muslim. Kebijakan Al-Kharaj Abu Yusuf Selanjutnya berkenaan dengan kebijakan al-kharaj, Abu Yusuf menekankan bahwa keadilan di dalam al-kharaj akan meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Sebaliknya, jika penghimpunan al-kharaj dengan ketidakadilan akan mengakibatkan resesi dan penurunan terhadap pendapatan al-kharaj. Di masa Amirul Mukminin Umar bin Khattab sampai kepada pemerintahan Khalifah al-Mahdi ditarik pajaknya berdasarkan luas area. Kebijakan al-kharaj yang mereka lakukan menurutnya sangat menguntungkan bagi golongan yang kuat dan merugikan golongan yang lemah.

Adapaun kadar al-kharaj yang diberlakukan Umar bin khattab sebagai berikut: [1] 1. Abu Yusuf mengusulkan adanya perubahan kebijakan terhadap kadar al-kharaj dibebankan terhadap Dhimmi. Adapun kadar yang diusulkan Abu Yusuf kepada Khalifah Harun al Rasyid yaitu sebagai berikut lihat juga tabel 1.

LM353 DATASHEET PDF

Kitab ul Kharaj Urdu/Arabic By Qazi Imam Abu Yusuf کتاب الخراج اردو / عربی

Kajikree According to one story, Abu Yusuf was able to provide sound advice pertaining to religious law to a government official who rewarded him generously and recommended him to the caliph, Harun al-Rashid. Abu Yusuf lived in Kufa and Baghdadin what is now Iraqduring the 8th century. Ali fourth caliph taught. This page was last edited on 31 Mayat Zayd ibn Ali He served as the chief judge qadi al-qudat during reign of Harun al-Rashid. Muhammad — prepared the Constitution of Medinataught the Quranand advised his companions. Abu Yusuf wrote Usul al-fiqh.

BANACHEK PSYCHOLOGICAL SUBTLETIES 3 PDF

Views Read Edit View history. According to one story, Abu Yusuf was able to provide sound advice pertaining to religious law to a government official who rewarded him generously and recommended him to the caliph, Harun al-Rashid. Zayd ibn Ali Ali fourth caliph taught. Abu Yusuf lived in Kufa and Baghdadin what is now Iraqduring the 8th mharaj. His writings and prominent political positions helped advance the Hanafi school of Islamic law throughout the Islamic khadaj. Salim ibn Abd-Allah ibn Umar taught.

DESCARGAR LIBRO DESINFORMACION PASCUAL SERRANO PDF

Hal tersebut dapat terjadi dengan adanya pemerintahan yang adil dan beretika dalam membangun perekonomian negaranya sebagaimana nasihat Abu Yusuf kepada Khalifah Harun al-rasyid. Selanjutnya, Kenapa harus merujuk kepada budaya keilmuwan yang dibangun oleh para pemikir Muslim dahulu, karena mereka telah meletakan fondasi pandangan hidup Islam Islamic worldview yang kuat di setiap pemikiran-pemikiran dan tulisan-tulisannya. Tetapi mirisnya, setelah kejatuhan Turki Utsmani, kebanyakan Negara-negara Muslim hingga saat ini masih menganut ilmu-ilmu yang dikembangkan oleh barat yaitu sekulerisme dan liberalismenya. Disisi ekonomi, kalau kita cermati kondisi Negara-negara Muslim pada saat ini, yang terjadi adalah bahwa mereka kebanyakan berada di posisi Negara-negara ketiga Negara-negara berkembang. Hal ini terjadi dikarenakan oleh ketimpangan pendapatan secara makro. Penyebabnya adalah hilangnya nilai-nilai moral akhlak dan berlakunya kezaliman atau ketidakadilan yang di lakukan oleh pemerintah atau pribadi dan golongan tertentu. Oleh karena itu, sudah saatnya Negara-negara Muslim kembali merujuk kembali kepada pemikiran ekonomi yang telah di bangun oleh para pemikir Muslim dahulu, seperti Abu Yusuf, Abu Ubayd, Imam Mawardi, Imam Ghazali dan lainnya.

Related Articles