HEREDITAS MAMIRE PDF

Sama halnya manusia, manusia satu dengan manusia lainnya meskipun memiliki beberapa kesamaan contoh, kesamaan bawaan atau lingkungan tetapi masih saja terdapat perbedaan yang ditimbulkan. Setiap manusia mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Dengan faktor bawaan tertentu dan disertai dengan faktor lngkungan yang tertentu pula maka akan menghasilkan pola pertumbuhan dan perkembangan tertentu pula. Masing-masing individu lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu. Bagaimanakah pengaruh hereditas terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak? Maka dalam makalah ini Penulis berusaha membantu memberikan sedikit gambaran bagaimana hereditas dan lingkungan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.

Author:Nakora Zuzragore
Country:Mauritania
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):5 February 2019
Pages:115
PDF File Size:9.5 Mb
ePub File Size:9.95 Mb
ISBN:381-5-65787-950-3
Downloads:8848
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Taurg



Dalam tahun seorang ahli ilmu kimia berkebangsaan Jerman Friedrich Miescher menyelidiki susunan kimia dari nukleus sel. Ia mengetahui bahwa nukleus sel terdiri dari karbohidrat, protein maupun lemak, melainkan terdiri dari zat yang mempunyai pengandungan fosfor sangat tinggi. Oleh karena zat yang terdapat di dalam nucleus sel, maka zat itu disebut nuklein.

Nama ini kemudian dirubah menjadi asam nukleat, karena asam ikut menyusunnya. DNA deoxyribonucleic acid adalah untaian asam nukleat yang menyandi kode genetik makhluk hidup. Bagian terbesar dari DNA terdapat di dalam kromosom yang ada di inti sel. Asam nukleat tersusun atas nukleotida, yang bila terurai terdiri dari gula, pospat dan basa yang mengandung nitrogen.

Molekul gula yang menyusun DNA adalah sebuah pentose, yaitu deoksiribosa. Molekul pospatnya berupa PO4 Basa. Basa nitrogen yang menyusun molekul DNA dibedakan atas: Kelompok pirimidin, yang dibedakan atas basa Sitosin dan Timin.

Kelompok purin, yang dibedakan atas basa Adenin dan Guanin. Dalam tahun Watson dan Crick bahwa kebanyakan molekul DNA mempunyai bentuk sebagai pita spiral dobel yang saling berpilin double helix.

Deretan gula deoksiribosadan pospat menyusun pita spiral dan merupakan tulang punggung back- bone dari molekul DNA. Basa nitrogen berhubungan dengna gula. Selanjutnya Watson dan Crick berpendapat bahwa struktur double helix hanya dapat stabil, apabila : basa adenine dari satu pita berpasangan dengan basa timin dari pita pasangannya, basa sitosin dari satu pita berpasangan dengan basa guanin dari pita pasangannya.

Pasangan adenin dan timin dihubungkan oleh 2 atom H, pasangan sitosin dan guanin oleh 3 atom H. DNA pada umumnya terdapat di dalam kromosom dan kromosom terdapat di dalam inti sel. Seperti diketahui sel yang membelah selalu didahului oleh pembalahan inti sel. Berarti kromosom itu membelah, demikian pula molekul DNA. Watson dan Crick mengetahui, bahwa sekali ururtan nukleotida terbentuk pada salah satu pitadari double helix, akak urutan nukeoltidapadapita pita komplementernya dapat diketahui.

Oleh karena itu Watson dan Crick berpendapat bahwa apabila dua pita dari double helix tertentu melalui suatu proses dapat dilepas berpilinnya dan kemudian dibiarkan dalam larutan yang mengandung nukelotida, maka tiap pita tadi dapat membentuk pita polinukleotida baru. Berdasarkan pengamatan beberapa ahli dikenal beberapa hipotesa mengenai replikasi DNA, yaitu: 1. Secara semikonservatif. Double helix dari molekul DNA yang lama membuka dengan perantaraan enzim, kemudian disamping tiap pita lama dibentuk pita DNA baru.

Cara ini sesuai dengan pendapat Watson dan Crick. Secara konservatif. Molekul DNA yang lama tetap, artinya double helix tidak membuka. Secara dispersive. RNA Di samping DNA, kebanyakan sel-sel berinti tidak sejati prokaryotik maupun yang berinti sejati eukaryotik memiliki asam nukelat lain yang sangat penting pula, yang dinamakan asam ribonukleat ribonukleat acid.

Pada makhluk- makhluk ini RNA-lah merupakan molekul genetik keseluruhannya dan membawa segala pertanggung jawab seperti yang dimiliki DNA. Mengenai ukuran dan bentuk. Mengenai susunan kimia. Molekul RNA juga merupakan polimer nukleotida. Perbedaannya dengan DNA ialah: Gula yang menyusunnya bukan deoksiribosa, melainkan ribose. Basa Pirimidin yang penyusunnya bukan timin, melainkan urasil. Mengenai lokasinya DNA umumnya terdapat di dalam kromosom.

Molekul RNAt mempunyai bentuk seperti daun semanggi. Oleh Holley yang menemukannya dalam tahun dikatakan bahwa pada beberapa bagian, basa-basa memperlihatkan pasangan tetapi tidak membentuk double helix seperti pada molekul DNA. Molekulnya berupa pita tunggal, tidak bercabang dan mempunyai bagian, di mana basa-basa komplementernya membentuk pasangan-pasangan tetapi tidak berupa double helix. Proses ini dinamakan transkripsi dan berlangsung di inti sel.

RNAt bertugas mengikat asam amino yang terdapat dalam sitoplasma dan membawanya ke ribosom. Di sinilah berlangsung perubahan informasi genetik yang dinyatakan oleh urutan basa dari RNAd ke urutan asam amino dalam protein yang dibentuk. Proses ini dinamakan translasi. RNAr, terdapat dalam ribosom yang bertugas mensintesa protein dngan menggunakan bahan asam amino.

Proses ini berlangsung di dalam ribosom dan hasl akhir berupa polipeptida. Gen-gen tidak dapat langsung begitu saja menghasilkan fenotip-fenotip tertentu misalnya warna mata hijau, bentuk biji yang lonjong, atau celah pada dagu.

Fenotip suatu individu di tentukan oleh aktifitas enzim protein fungsional. Enzim yang berbeda akan menimbulkan fenotip yang berbeda. Perbedaan satu enzim dengan enzim lainnya di tentukan oleh jumlah jenis an susunan asam amino penyusun protein enzim. Pembentuk asam amino tersebut ditentukan oleh gen atau DNA. Eksprei gen merupakan proses dimana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein.

Selama ekspresi gen informasi genetik di transfer secara akurat dengan DNA melalui RNA untuk menghasilkan poli peptida dengan urutan asam amino yang spesifik.

Ekspresi gen merupakan sintesis protein yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama, urutan rantai nukleotida template cetakan dari suatu DNA untai ganda di salin untuk menghasilkan satu rantai molekul RNA. Proses ini disebut transkripsi dan berangsung dalam inti sel. Tahap kedua merupakan sintesis poli peptida dengan urutan spesifik berdasarkan ranai RNA yang dibuat pada tahapan pertama.

Proses ini disebut Translasi. Proses tersebut membuutuhhkan pengikatan dan pergerakan ribosom di sitoplasma pada sepanjang rantai RNA untuk menterjemahkan urutan nukleutida rantai RNA tersebut menjadi urutan asam amino untu membentuk rantai polipeptida.

Pada proses ini digunakan istilah penerjemahan karena bahasa pada nukleutida RNA diterjemahkan menjadi bahasa baru, yaitu bahasa asam amino suatu protein. Urutan nukleutida spesifik di sepanjang cetakan DNA menandai dimana transkripsi suatu gen dimulai dan diakhiri. Transkripsi terdiri dari tiga tahap, yaitu inisiasi permulaan , elongasi pemanjangan dan terminasi pengahiran rantai RNA.

Namun hanya basa nitrogen yang terdapat pada RNAd saja yang nantinya diterjemahkan menjadi asam amino protein. Suatu promoter mancakup titik awal start point transkripi nukleutida dimana sistesis RNA sebenarnya dimualai dan bisanya membentang beberapa pasangan nukleutida didepan titik awal tersebut.

Selain menentukan dimana transkripsi dimulai, promoter juga menentukan yang mana dari kedua untai heliks DNA yang digunakan sebagai cetakan. Transkripsi berlanjut pada laju kira-kira 60 nukleotida per detik pada sel eukaryotik. Terminator merupakan suatu urutan DNA yang berfungsi menghentikan proses transkripsi.

Terdapat beberapa mekanisme yang berbeda untuk terminasi transkripsi, yang perinciannya sebenarnya masih kurang jelas. Pada sel prokaryotik, transkripsi biasanya berhenti tepat pada saat RNA polimerase mencapai titik terminasi. Sebaliknya, pada sel eukaryotik, RNA polimerase terus melewati titik terminasi. Pada titik yang lebih jauh kira- kira 10 hingga 35 nukleotida, RNA yang telah terbentuk terlepas dari enzim tersebut.

Dalam proses translasi, sel menginterpretasikan suatu kode genetik menjadi protein yang sesuai. RNAt mentransfer asam amino-asam amino dari "kolam" asam amino di sitoplasma ke ribosom.

Molekul molekul RNAt tidak semuanya identik. Molekul RNAt membawa asam amino spesifik pada salah satu ujungnya yang sesuai dengan triplet nukleotida pada ujung RNAt lainnya yang disebut anti kodon. RNAt pembawa fenilalanin memiliki antikodon AAA yang komplemen terhadap UUU agar terjadireaksi penambahan transfer fenilalanin pada rantai polipeptida sebelumnya.

Asosiasi kodon dan antikodon sebenarnya merupakan bagian kedua dari dua tahap pengenalan yang dibutuhkan untuk translasi suatu pesan genetik yang akurat. Asosiasi ini harus didahului oleh pelekatan yang benar antara RNAt dengan asam amino. Sebuah riosom dapat dilihat melalui mikroskop elektron, tersusun dari dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil. Subunit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNAr. Kita dapat membagi translasi menjadi tiga tahap sama seperti pada transkripsi yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya RNAd, sebuah RNAt yang memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua subunit ribosom. Didekat tempat pelekatan ribosom subunit kecil pada RNAd terdapat kodon inisiasi AUG, yang memberikan signal dimulainya proses translasi.

Jadi pada setiap proses translasi, metionin selalu menjadi asam amino awal yang diingat. Triplet AUG dikatakan sebagai start codon karena berfungsi sebagai kodon awal translasi. Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino-asam amino berikutnya ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama metionin. Molekul RNAr dari subunit ribosom besar berfungsi sebagai enzim, yaitu mengkatalisis pembentuk ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba.

Pada tahap ini, polipeptida memisahkan diri dari RNAt tempat melekatnya semula, dan asam amino pada ujung karboksilnya berikatan dengan asam amino yang dibawa oleh RNAt yang baru masuk. RNAd bergerak bersama-sama dengan antikodon ini dan bergeser ke kodon berikutnya yang akan ditranslasi. Sementara itu, RNAt sekarang tanpa asam amino karena telah diikatkan pada polipeptida yang sedang memanjang.

Selanjutnya RNAt keluar dari ribosom. Langkah ini membutuhkan energi yang disediakan oleh hidrolisis GTP. Hal yang penting disini adalah ribosom dan RNAd bergerak relatif satu sama lain, dengan arah yang sama, kodon demi kodon. Terminasi Tahap akhir translasi adalah terminasi. Elongasi berlanjut hingga ribosom mencapai kodon stop. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sebagai signal untuk menghentikan translasi.

Pasangan tiga basa nitrogen disebut triplet. Triplet yang terdapat pada RNAd disebut kodon. Triplet yang terdapat pada RNAt disebut antikodon.

AKSHARAMANAMALAI LYRICS PDF

Bab 5 POLA-POLA HEREDITAS - PowerPoint PPT Presentation

Dalam tahun seorang ahli ilmu kimia berkebangsaan Jerman Friedrich Miescher menyelidiki susunan kimia dari nukleus sel. Ia mengetahui bahwa nukleus sel terdiri dari karbohidrat, protein maupun lemak, melainkan terdiri dari zat yang mempunyai pengandungan fosfor sangat tinggi. Oleh karena zat yang terdapat di dalam nucleus sel, maka zat itu disebut nuklein. Nama ini kemudian dirubah menjadi asam nukleat, karena asam ikut menyusunnya. DNA deoxyribonucleic acid adalah untaian asam nukleat yang menyandi kode genetik makhluk hidup. Bagian terbesar dari DNA terdapat di dalam kromosom yang ada di inti sel. Asam nukleat tersusun atas nukleotida, yang bila terurai terdiri dari gula, pospat dan basa yang mengandung nitrogen.

AKTA MAHKAMAH JUVANA PDF

HEREDITAS MAMIRE

Begitulah pepatah yang menyatakan bahwa seorang anak umumnya memiliki kemiripan dengan orang tuanya. Secara biologis, pepatah tersebut ilmiah karena seorang anak selalu mewarisi gen dari kedua orang tuanya. Gen tersebutlah yang membawa sifat-sifat tertentu, baik yang tampak secara fisik maupun yang tidak tampak secara fisik. Prinsip tentang gen dan pewarisan sifat modern pertama kali dikemukakan oleh Gregor Johnn Mendel.

A03B 0819 C052 PDF

Begitulah pepatah yang menyatakan bahwa seorang anak umumnya memiliki kemiripan dengan orang tuanya. Secara biologis, pepatah tersebut ilmiah karena seorang anak selalu mewarisi gen dari kedua orang tuanya. Gen tersebutlah yang membawa sifat-sifat tertentu, baik yang tampak secara fisik maupun yang tidak tampak secara fisik. Prinsip tentang gen dan pewarisan sifat modern pertama kali dikemukakan oleh Gregor Johnn Mendel. Mendel mempelajari sifat yang diturunkan pada tanaman buncis dan menemukan teori persilangan untuk gen-gen yang independen. Teori tersebut menyatakan bahwa gen dari anak merupakan perpaduan persilangan dari gen-gen dari kedua orang tuanya.

CCNL STUDI PROFESSIONALI CONSILP 2011 PDF

Penjelasan Hereditas pada Manusia Penjelasan Hereditas pada Manusia - Hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat dari induk kepada keturunan melalui gen dan bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Pendapat ini dicetuskan oleh Witherington. Sifat-sifat yang dimiliki orang tua diturunkan pada anaknya melalui pola pewarisan tertentu. Salah satu metode mempelajari penurunan sifat manusia yang banyak digunakan adalah dengan metode asal usul atau silsilah dalam bentuk pedigree peta silsilah. Cacat dan penyakit menurun pada manusia dapat disebabkan oleh gen yang terdapat pada autosom atau oleh gen yang terdapat pada kromosom seks gonosom. Ciri cacat atau penyakit menurun yaitu tidak menular, sulit atau bahkan tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diusahakan agar tidak terjadi pada generasi berikutnya, dan umumnya disebabkan oleh gen resesif.

Related Articles