DYSMENORRHEA ADALAH PDF

Nyeri bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. Dismenore adalah nyeri selama menstruasi yang di sebabkan oleh kejang otot uterus. Nyeri ini terasa di perut bagian bawah dan atau di daerah bujur sangkar Michaelis. Nyeri dapat terasa sebelum dan sesudah haid. Nyeri haid yang merupakan suatu gejala dan bukan suatu penyakit.

Author:Tasar Fenrikree
Country:Portugal
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):8 March 2007
Pages:101
PDF File Size:16.58 Mb
ePub File Size:17.42 Mb
ISBN:783-4-42348-472-1
Downloads:63089
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mazubei



Nyeri bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. Dismenore adalah nyeri selama menstruasi yang di sebabkan oleh kejang otot uterus. Nyeri ini terasa di perut bagian bawah dan atau di daerah bujur sangkar Michaelis.

Nyeri dapat terasa sebelum dan sesudah haid. Nyeri haid yang merupakan suatu gejala dan bukan suatu penyakit. Istilah dismenorea biasa dipakai untuk nyeri haid yang cukup berat dimana penderita mengobati sendiri dengan analgesik atau sampai memeriksakan diri ke dokter. Dismenore adalah nyeri haid yang sedemikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidup sehari-hari untuk beberapa jam atau beberapa hari.

Patofisiologi dismenore sampai saat ini masih belum jelas, tetapi akhir-akhir ini teori prostaglandin banyak digunakan, dikatakan bahwa pada keadaan dismenore kadar prostaglandin meningkat. Kram, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya yang dihubungkan dengan menstruasi disebut juga dismenore.

Kebanyakan wanita mengalami tingkat kram yang bervariasi; pada beberapa wanita, hal itu muncul dalam bentuk rasa tidak nyaman ringan dan letih, dimana beberapa yang lain menderita rasa sakit yang mampu menghentikan aktifitas sehari-hari.

Dismenore dikelompokkan sebagai dismenore primer saat tidak ada sebab yang dapat dikenali dan dismenore sekunder saat ada kelainan jelas yang menyebabkannya. Wanita yang tidak berovulasi cenderung untuk tidak menderita kram menstruasi; hal ini sering terjadi pada mereka yang baru saja mulai menstruasi atau mereka yang menggunakan pil KB. Kelahiran bayi sering merubah gejala-gejala menstruasi seorang wanita, dan sering menjadi lebih baik. Istilah dismenorea atau nyeri haid hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa jam atau beberapa har.

Ada 2 jenis dismenorea, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Dismenorea primer disebabkan karena gangguan keseimbangan fungsional, bukan karena penyakit organik pelvis, sedangkan dismenorea sekunder berhubungan dengan kelainan organik di pelvis yang terjadi pada masa remaja ETIOLOGI Diduga faktor psikis sangat berperan terhadap timbulnya nyeri.

Dismenore primer umumnya dijumpai pads wanita dengan siklus berovulasi. Penyebab tersering dismenore sekunder adalah endometriosis dan infeksi kronik genitalia interns.

Penyebab dari dismenore sekunder adalah: endometriosis, fibroid, adenomiosis, peradangan tuba falopii, perlengketan abnormal antara organ di dalam perut, dan pemakaian IUD, faktor psikologis yaitu stres. Dysmenorrhea primer Penyebab dari nyeri haid ini belum di temukan secara pasti meski telah banyak penelitian dilakukan untuk mencari penyebabnya. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pengaruh hormonal. Peningkatan produksi prostaglandin akan menyebabkan terjadinya kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi sehingga menimbulkan nyeri.

Endometrium adalah jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Saat siklus mentruasi, lapisan endometrium ini akan bertambah sebagai persiapan terjadinya kehamilan. Bila kehamilan tidak terjadi, maka lapisan ini akan terlepas dan dikeluarkan sebagai menstruasi. Berdasarkan ada tidaknya kelainan ginekologis. Dysmenorrhea primer yaitu dysmenorrhea yang terjadi tanpa disertai adanya kelainan ginekologis.

Pada wanita yang secara emosional tidak stabil, dysmenorrhea primer mudah terjadi. Dysmenorrhea primer timbul sejak menarche pertama kali menstruasi , biasanya di tahun pertama atau kedua menstruasi. Dysmenorrhea ini terjadi pada usia antara tahun dan kemudia akan hilang pada usia akhir 20an atau di awal 30an.

Rasa nyeri biasanya terjadi beberapa jam sebelum dan sesudah periode menstruasi dan dapat berlanjut hingga jam. Rasa nyeri di deskripsikan sebagai mirip kejang, spasmodik, berlokasi di perut bagian bawah area suprapubik , dapat menjalar ke paha dan pinggang bawah. Tidak itu saja, terkadang juga disertai rasa mual, muntah, diare, sakit kepala, nyeri pinggang bawah, rasa lelah dan sebagainya.

Dysmenorrhea sekunder yaitu rasa nyeri yang berkaitan dengan kelainan ginekologis, baik secara anatomi maupun proses patologis dan pelvis. Dysmenorrhea sekunder biasa terjadi beberapa saat setelah menarche. Dapat juga dimulai setelah usia 25 tahun. Rasa nyeri dimulai sejak minggu sebelum menstruasi dan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah menstruasi. Pada dysmenorrhea sekunder ditemui kelainan ginekologis seperti endometritis, adenomiosis, kista ovarium, mioma uteri, radang pelvis dan lain-lain.

Berdasarkan intensitas nyeri. Dysmenorrhea ringan, yakni dysmenorrhea dengan rasa nyeri yang berlangsung beberapa saat sehingga perlu istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa nyeri, tanpa pemakaian obat-obatan. Dysmenorrhea sedang, yakni dysmenorrhea yang memerlukan obat untuk menghilangkan rasa nyeri tanpa perlu men inggalkan aktivitas sehari-hari. Dysmenorrhea berat, yakni dysmenorrhea yang memerlukan istirahat sedemikian lama dengan akibat meninggalkan aktivitas sehari-hari selama satu hari bahkan lebih.

Selama menstruasi, sel-sel endometrium yang terkelupas sloughing endometrial cells melepaskan prostaglandin, yang menyebabkan iskemia uterus melalui kontraksi miometrium dan vasokonstriksi. Peningkatan kadar prostaglandin telah terbukti ditemukan pada cairan haid menstrual fluid pada wanita dengan dismenorea berat severe dysmenorrhea.

Kadar ini memang meningkat terutama selama dua hari pertama menstruasi. Vasopressin juga memiliki peran yang sama. Riset terbaru menunjukkan bahwa patogenesis dismenorea primer adalah karena prostaglandin F2alpha PGF2alpha , suatu stimulan miometrium yang kuat a potent myometrial stimulant dan vasoconstrictor, yang ada di endometrium sekretori.

Respon terhadap inhibitor prostaglandin pada pasien dengan dismenorea mendukung pernyataan bahwa dismenorea diperantarai oleh prostaglandin prostaglandin mediated. Banyak bukti kuat menghubungkan dismenorea dengan kontraksi uterus yang memanjang prolonged uterine contractions dan penurunan aliran darah ke miometrium.

Kadar prostaglandin yang meningkat ditemukan di cairan endometrium endometrial fluid wanita dengan dismenorea dan berhubungan baik dengan derajat nyeri. Peningkatan endometrial prostaglandin sebanyak 3 kali lipat terjadi dari fase folikuler menuju fase luteal, dengan peningkatan lebih lanjut yang terjadi selama menstruasi. Peningkatan prostaglandin di endometrium yang mengikuti penurunan progesterone pada akhir fase luteal menimbulkan peningkatan tonus miometrium dan kontraksi uterus yang berlebihan Leukotriene juga telah diterima postulated untuk mempertinggi sensitivitas nyeri serabut pain fibers di uterus.

Jumlah leukotriene yang bermakna significant telah dipertunjukkan di endometrium wanita dengan dismenorea primer yang tidak berespon terhadap pengobatan dengan antagonis prostaglandin. Hormon pituitari posterior, vasopressin, terlibat pada hipersensitivitas miometrium, mereduksi mengurangi aliran darah uterus, dan nyeri pain pada penderita dismenorea primer. Peranan vasopressin di endometrium dapat berhubungan dengan sintesis dan pelepasan prostaglandin.

Dismenorea Sekunder Dismenorea sekunder secondary dysmenorrhea dapat terjadi kapan saja setelah menarche haid pertama , namun paling sering muncul di usia an atau an, setelah tahun-tahun normal, siklus tanpa nyeri relatively painless cycles. Peningkatan prostaglandin dapat berperan pada dismenorea sekunder, namun, secara pengertian by definition , penyakit pelvis yang menyertai concomitant pelvic pathology haruslah ada.

Penyebab yang umum termasuk: endometriosis, leiomyomata fibroid , adenomyosis, polip endometrium, chronic pelvic inflammatory disease, dan penggunaan peralatan kontrasepsi atau IUD intrauterine device. Kondisi patologis pelvis berikut ini dapat memicu atau mencetuskan dismenorea sekunder : a.

Endometriosis c. Tumor dan kista ovarium d. Oklusi atau stenosis servikal e.

MONTAILLOU VILLAGE OCCITAN PDF

Dysmenorrhea, ‘Musuh’ Bulanan Wanita

Unknown Mengenal dan Cara Mengatasi Dysmenorrhea Dysmenorrhea merupakan istilah yang umum bagi kaum hawa yang telah mengalami masa menstruasi. Meskipun merupakan sesuatu yang umum, tidak jarang masih ada yang belum memahaminya, bahkan merasa kebingungan apakah Dysmenorrhea yang dialami merupakan sesuatu yang wajar ataukah sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian Dokter. Mari kita ulas sedikit mengenai Dysmenorrhea dan tip cara mengatasinya. Dysmenorrhea, apakah itu? Dysmenorrhea merupakan istilah yang menunjukan rasa nyeri menjelang, saat, hingga beberapa hari masa menstruasi. Mengapa dysmenorrhea dapat muncul? Rasa nyeri ini muncul berkaitan dengan suatu senyawa yaitu Prostaglandin.

ELEKTROENERGETSKI SUSTAV PDF

Apakah Anda Mengidap Dysmenorrhea?

Pencegahan Pengertian Dysmenorrhoea Dysmenorrhoea adalah gangguan menstruasi yang kerap dialami wanita sepanjang periode menstruasi. Pengertian dysmenorrhoea atau nyeri menstruasi adalah rasa kram pada bagian perut di bawah pusat yang dapat menjalar hingga ke punggung. Gangguan ini dapat pula merujuk pada keadaan terganggunya aliran menstruasi. Sebenarnya, sangat wajar bagi wanita mengalami rasa nyeri saat haid, asal level nyeri yang dialami tidak sampai mengganggu aktivitas. Pengertian dysmenorrhoea dapat dibagi lagi ke dalam dua tipe, yakni dysmenorrhoea primer dan dysmenorrhoea sekunder. Dysmenorrhoea Primer Dysmenorrhoea primer disebut juga gejala kram menstruasi umum.

SUPERMAN STAMINA PDF

Pengertian Dysmenorrhoea

Definisi Dysmenorrhea primer adalah nyeri menstruasi yang terjadi tanpa adanya kelainan ginekologik yang nyata. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarke, biasanya sesudah menarke, umumnya sesudah 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus-siklus menstruasi pada bulan-bulan pertama setelah menarke biasanya bersifat anovulatoir yang tidak disertai nyeri. Rasa nyeri timbul sebelum atau bersama-sama dengan menstruasi dan berlangsung untuk beberapa jam, walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung sampai beberapa hari. Sifat rasa nyeri ialah kejang yang berjangkit-jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat merambat ke daerah pinggang dan paha. Rasa nyeri dapat disertai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare. Etiologi dysmenorrhea primer Banyak teori yang telah dikemukakan untuk menerangkan penyebab dysmenorrhea primer. Menurut Hanafiah , beberapa faktor berikut ini memegang peranan penting sebagai penyebab dysmenorrhea primer, antara lain: o Faktor kejiwaan Gadis-gadis remaja yang secara emosional tidak stabil, apalagi jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses menstruasi, maka mudah untuk timbul dysmenorrhea primer.

CAVEOLAE AS PLASMA MEMBRANE SENSORS PROTECTORS AND ORGANIZERS PDF

Menstrual disorders

Amenorrhea, Dysmenorrhea, Menorrhagia, Metrorrhagia What is menstrual disorders? They are among the most common conditions in women. Many menstrual disorders are not a cause for concern, but others require a physician consultation. The cycle can vary from 21 to 42 days in length, although the average length is 28 days. This cycle is controlled by hormones produced in certain parts of the brain and the ovaries to prepare the reproductive organs for pregnancy. The lining of the uterus endometrium thickens in response to the hormones.

Related Articles