BUKU PENGANTAR EKONOMI MIKRO SADONO SUKIRNO PDF

Masalah Jangka Panjang Sektor Pertanian 1. Petambahan permintaan barang pertanian sektor A lambat. Hal ini menunjukkan elastisitas DA rendah dan elastisitas DM tinggi. Akibatnya PA dan akan menyebabkan kesejahteraan petani menurun Kemajuan teknologi yang pesat dibidang pertanian dan industri akan memperbesar produksi barang2 pertanian sektor A dan barang2 industri M. Masalah jangka pendek dalam sektor pertanian 1. Ketidakstabilan yang bersumber dari perubahan penawaran.

Author:Akit Vudojas
Country:Lithuania
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):20 May 2009
Pages:394
PDF File Size:4.8 Mb
ePub File Size:3.65 Mb
ISBN:214-8-85885-626-4
Downloads:57319
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Niramar



Teori dasar lainnya adalah mikroekonomi. Teori mikroekonomi menganalisis kegiatan suatu perekonomian dengan melihat bagian-bahian kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. Sedangkan makroekonomi melihat kegiatan ekonomi dengan memperhatikan gambaran kegiatan ekonomi secara menyeluruh. Analisis mengenai penentu tingkat kegiatan yang dicapai suatu perekonomian merupakan bagian terpenting dari analisis makroekonomi. Analisis tersebut menunjukkan bagaimana pengeluaran agregat dan penawaran agregat akan menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian dalam satu periode tertentu dan pendapaatn nasional yang tercipta.

Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan dalam perekonomian perlu dibedakan kepada tiga bentuk abstraksi atau penyederhanaan. Jenis analisis tersebut adalah : i. Analisis penentu kegiatan perekonomian yang memisalkan bahwa harga tetap dan suku bunga tetap ii.

Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan harga mengalami perubahan. Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan harga dan suku bunga mengalami perubahan. Masalah utama dalam perekonomian dilihat dari makro ekonomi adalah 1. Masalah pertumbuhan ekonomi, hal ini merupakan kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa dari satu periode ke periode lainnya meningkat.

Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor produksi akan selalu mengalami pertambahan dan jumlah serta kualitasnya. Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi, perekonomian tidak selau berkembang secara teratur, adakalanya sangat pesat dan merosot.

Masalah penganguran, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Mengangur karena ingin kerja yang lebih baik, menganggur karena tidak trsedianya lapangan pekerjaan atau keterampilan yang diperlukan, dan pengangguran sukarela. Masalah kenaikan harga-harga,faktor penyebab inflasi antara lain adalh tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa, serta para pekerja di berbagai kegiatan ekonomi yang menuntut kenaikan upah.

Masalah neraca perdangan dan neraca pembayaran, hubungannya terhadap kegiatan ekspor dan impor, selain itu juga aliran modal untuk investasi yang berlaku di antara berbagai negara.

Mekanisme pasar tidak dapat mewujudkan tingkat kegiatan ekonomi negara yang efisien secara terus menerus. Hal ini menimbulkan berbagai masalah tingkat kegiatan ekonoi dan diperlukan kebijakan pemerintah untuk mengatasinya. Dalam mengatasi masalah yang dihadapi keseluruhan ekonomi, kebijakan pemerintah mempunyai tujuan-tujuan berikut: menstabilkan kegiatan ekonomi, mencapai tingkat kesempatan kerja penuh tanpa inflasi, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh, menghindari masalah inflasi yang tinggi dan mewujudkan neraca pembayaran yang kukuh.

Kebijakan pemerintah yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang telah diterangkan dibedakan kepada tiga bentuk tindakan : 1. Kebijakan fiskal, meliputi langkah-langkah pemerintah membuat perubahan dalam bidang perpajakan dan pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat dalam perekonomian.

Kebijakan moneter, meliputi langkah-langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral untuk mempengaruhi penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga, dengan maksud mempengaruhi pengeluaran agregat. Kebijakan segi penawaran, meliputi langkah-langkah pemerintah yang bertujuan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja yang melebihi produktivitas pekerja melalui mengurangi pajak, memberikan insentif fiskal, memberi subsidi dan menyediakan infrastruktur.

BAB II Penghitungan Pendapatan Nasional Setiap negara akan selalu menghitung pendapatan nasionalnya yaitu nilai produksi dalam perekonomian, untuk mengetahui nilai output yang diciptakan dalam negara itu pada suatu tahun tertentu. Pendapatan nasioanal merupakan suatu ukuran penting untuk menentukan sejauh mana tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara.

Tiga cara dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, sebagai berikut : 1. Pengeluaran , pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan niali pengeluaran yang dilakukan oleh empat golongan pengguna barang dan jasa; rumah tangga, pemerintah, perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi dan penduduk negara lain yang membeli produksi dalam negara.

Nilai jual-beli barang antara tidak dimasukkan dalam penghitungan. Produk neto yang dijumlahkan adalah nilai tambah yang diwujudkan oleh berbagai kegiatan ekonomi. Nilai tambah adalah pertambahan nilai rupiah suatu barang sebagai hasil dari kegiatan suatu poerusahaan. Pendapatan, pendapatan nasiional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan pendaptan nasional.

Berbagai jenis pendapatan itu adalah : gaji dan upah, sewa, bunga, dan keuntungan. Disamping itu perlu ditambahkan pendapatan perusahaan perseorangan yaitu pendapatan milik perorangan atau keluarga. Pendaptan ini belum dihitung dalam empat golongan pendapatan yang dinyatakan sebelumnya. Penghitungan pendapatan nasional juga perlu dibedakan antara penghitungan dengan menggunakan harga yang berlaku dan harga tetap serta penghitungan dengan menggunakan harga pasar dan harga faktor.

Dua konsep penting lain-lain dalam penghitungan pendapatan nasionaladalah pendapatan individu dan pendapatan disposibel. Pendapatan individu merupakan keseluruhan jumlah pendapatan yang diterima oleh semua rumah tangga dalam suatu perekonomian.

Pendapatan tersebut diperoleh dari menyediakan faktor-faktor produksi untuk digunakan dalam kegiatan menghasilkan pendapatan nasional, dan dari pembayaran pindahan yaitu pendapatan yang diperoleh buakn dari menyediakan faktor-faktor produksi yang dimiliki contohnya: pensiunan dan beasiswa.

Pendapatan disposibel merupakan pendapatan rumah tangga yang dapat digunakan untuk perbelanjaan. Pendapatan disposibel nilainya adalah sama dengan pendaptan individu setelah dikurangi pajak pendapatn.

Menghitung pendapatan nasional suatu negara bukanlah kerja yang mudah. Dalam perekonomian tidak terdapat informasi yang lengkap mengenai kegiatan produksi dan nilai barang dan jasa yang diwujudkan oleh setiap kegitan ekonomi. Masalah utama yang dihadapi dalam menghitung pendapatan nasional adalah pengumpulan data, masalah menentukan jenis kegiatan yang produksinya perlu dihitung dalam menentukan pendapatan nasional, masalh penghitungan dua kali,masalah menentukan harga barang, dan masalah kenaikan harga dan perubahan kualiti barang, perlu dipertimbangkan.

Data pendapatan nasional dan komponen-komponennya sangat penting untuk mengetahui ciri kegiatan ekonomi suatu negara pada suatu periode tertentu dan perubahan kegiatan itu dari waktu ke waktu. Kegunaan utama data pendapatan nasional adalah : 1. Menentukan prestasi kegiatan ekonomi pada suatu waktu tertentu 2. Mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi tiap yang berlaku dari tahun ke tahun dalam jangka panjang 3.

Menunjukkan peranan tiap sektor dalam perekonomian dan peranan berbagai komponen opengeluaran agregat 4. Menentukan perubahan struktur ekonomi yang berlaku dalam suatu periode tertentu 5. Menggambarkan taraf kemakmuran masyarkat dan perubahannya dari waktu ke waktu 6. Menyediakan data untuk meramalkan kegiatan ekonomi di tahn berikutnya dan merencanakan perkembangan ekonomi di masa depan BAB III Penentu Kegiatan Ekonomi Bab ini terlebih dahulu akan menerangkan perbedaan pendapat ahli-ahli ekonomi Klasik yang ditulis pada masa Adam Smith hingga kepada masa Keynes Aspek-aspek yang dibandingkan adalah faktor yang mentukan suku bunga, faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara, pandangan Klasik mengenai operasi pasaran buruh dalam sistem pasaran bebas dan kritik Keynes ke atas pandangan ini.

Menurut ahli-ahli ekonomi Klasik suku bunga ditentukan oleh keinginan masyarakat untuk melakukan penabungan dan keingina para pengusaha untuk meminjam dana modal untuk melakukan investasi. Fleksibilitas suku bunga akan mewujudkan keadaan di mana jumlah tabungan yang diwujudkan dalam perekonomian pada ketika kesempatan kerja penuh dicapai adalah sama dengan investasi yang akan dilakukan para pengusaha.

Kemungkinan bahwa pada kesempatan kerja penuh akan berlaku keadaan tabungan masyarakat akan sama dengan investasi para pengusaha menyebabkan ahli-ahli ekonomi Klasik berkeyakinan bahwa perekonomian tidak berlaku masalah kekurangan permintaan agregat. Walaupun terdapat kemungkinan kekurangan permiontaan agregat dan penganguran, keadaan ini hanya bersifat sementara. Mekanisme pasaran akan mengembalikan tingkat kegiatan ekonomi pada kesempatan kerja penuh karena wujudnya fleksibilitas suku bunga, tingkat upah, dan tingkat harga.

Teori Klasik juga menerangkan bahwa fleksibiltas tingkat upah akan mewujudkan kesempatan kerja penuh. Apabila pada satu tingkat upah nominal tertentu terjadi pengangguran, akan berlaku penyesuaian dalam pasaran tenaga kerja. Tingkat upah akan turun dan permintaan tenaga kerja bertambah.

Pada akhirnya, pada tingkat upah yang lebih rendah, permintaan dan penawaran tenaga kerja akan seimbang kembali dan kesempatan kerja penuh tercapai kembali. Berdasarkan kepada keyakinan bahwa kesempatan kerja penuh akan selalu tercapai, ahli-ahli ekonomi Klasik seterusnya berkeyakinan bahwa tingkat output negara ditentukan oleh kemampuan faktor-faktor produksi dalam suatu negara menghasilkan barang dan jasa. Semakin besar kemampuan faktor-faktor produksi menghasilkan barang dan jasa semakon besar pula pendapatn nasioanal yang diciptakan.

Pandangan Klasik dikritik oleh Keynes. Dalam mengkritik Klasik, Keynes mengemukakan pandangan lain mengenai aspek yang dikritiknya, pandangan yang berhubungan dengan kritik tersebut adalah : 1. Keynes berpendapat tabungan bukan ditentukan oleh suku bunga tetapi oleh tingkat pendapatan masyarakat.

Makin tinggi pendaptan, makin tinggi pula tabungan. Klasik berpendapat suku bunga ditentukan oleh penawaran dana untuk tabungan dan permintaan dana untuk investasi. Menurut Keynes suku bunga ditentukan oelh permintaan dan penawaran uang.

Menurut ahli Klasik tingkat upah adalah fleksibel, oleh karena itu menjamin keadaan di mana permintaan kerja akan selalu sama dengan penawaran kerja. Menurut Keynes walaupun terdapat banyak penganguran tingkat upah tiadak akan turun dan penganguran tetap terwujud. Menurut Keynes pendaptan nasional bukan faktor-faktor produksi yang tersedia tetapi oleh pengeluaran agregat yang wujud dalam ekonomi selalu kurang dari pendapatan nasiaonal potensial,dan menyebabkan penganguran tengan keraj sealu terwujud.

Berdasarkan kritik-kritiknya Keynes selanjutnya mengemukakan suatu teori mengenai penentu kegiatan ekonomi dan penentuan kesempatan kerja dan peranan uang dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi. Menurut Keynes, tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh permintaan efektif yaitu pengeluaran agregat yang akan wujud dalam suatu perekonomian dalam suatu waktu tertentu.

Empat komponen pengeluaran agragat : konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan ekspor, yang menentukan kegiatan perekonomian adalah kesempatan kerja dan pendapatan nasional.

Terdapat pemikiran-pemikiran baru yang mengkritik dan menyokong pandangan Keynes. Analisis yang berhubungan dengan makroekonomi sesudah Keynes dapat dibedakan empat pemikiran berikut : golongan Monetaris, golongan Ekspektasi Rasional, golongan Segi Penawaran dan golongan Keynes Baru.

Pandangn bar tersebut sangat mempengaruhi analisi makro ekonomi yang wujud sekarang ini. Pendekatan baru dlaam analisi makro ekonomi menggunakan grafik AD-AS. Kurva AD dan kurva AS akan menentukan tingkat kegiatan ekonoi yang dicapai, pendapatan nasioanl yang diwujudkan dan tingkat kesempatan kerja yang tercapai. Kurva permintaan agregat ditentukan oleh pengeluaran agregat dan kesimbangan permintaan dan penwaran uang.

Sedangkan penawara agregat, menggambarkan jumlah barang yang akan diproduksiakn dan ditawarkan sektor perusahaan pada berbagai tingkat harga. Keseimbangan AD-AS, atau keseimbangan makroekonomi, akan menentukan pendapatan nasioanal yang dicapai dan tingkat harga yang berlaku. Dalam perekonomian tidak terdapat pemerintah, berarti dalam perekonomian itu tidak terdapat pajak dan pengeluaran pemerintah. Perekonomian itu juga tidak melakukan perdagangan luar negeri dan dengan demikian perekonomian itu tidak melakukan kegiatan ekspor impor.

Dalam perekonomian dua sektor sumber pendapatan yang diperoleh rumah tangga adalah dari perusahaan. Pendapatan ini yang meliputi gaji, upah, sewa, bunga dan keuntungan adalah nilainya sama dengan pendaptan nasional.

Tabungan ini akan dipinjamkan kepada penananm modal atau investor perusahaan- perusahaan yang akan mengembangkan usaha baru, memperbesar usaha lama, atau memodernkan pabrik yang ada dan akan digunakan untuk membeli barang-barang modal seperti mesin-mesin, peralatan produksi lain, mendirikan bangunan pabrik dan bangunan kantor.

Dalam perekonomian dua sektor komponen pengeluaran agregat terdiri dari perbelanjaan, konsumsi rumah tangga untuk membeli barang dan jasa dan perbelanjaan perusahan-perusahaan untuk membeli barang modal. Pengeluaran rumah tnagga mempunyai tiga ciri utama berikut yaitu faktorutama yang mempengaruhi penegeluaran rumah tangga adalah pendapatan yang di terimanya, pada pendapatan sebesar nol, yaitu apabila rumah tangga tidak bekerja, konsumsi tetap akan dilakukan dan ini dinamakan pengeluaran otonomi pengeluaran yaang tidak bergantumh pada pendapatan nasioanal , dan apabila berlaku pertambahan pendapatan akan berlaku pertambahan konsumsi, tetapi pertambahannya kurang dari pertambahan pendaptan.

Dalam memahami ciri-ciri konsumsi rumah tangga perlu digunakan empat konsep berikut : Yd i. Berdasarkan kepada ketiga ciri konsumsi seperti dinyatakan dalam ringkasan, secara grafik dapat dibentuk fungsi konsumsi dan fungsi tabungan, yang secara grafik menunjukkan hubungan di antara konsumsi, tabungan, dan pendapatan nasional.

Disamping pendapatan disposibel atau pendapatan nasional, terdapat pula beberapa faktor lain yang menentukan pengeluaran konsumsi an tabungan. Yang terpentinng adalah suku bunga, sikap berhemat, kekayaan yang dimiliki, distribusi pendapatan, keadaan perekonomian masa kini dan masa datang dan jaminan pendapatan di masa pensiun. Investasi adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli barang modal. Secara statistik ia dibedakan kepada tiga komponen yaitu pengeluaran atas barang modal, membangun rumah tempat tinggal an perubahan dalam inventaris.

Dalam teori makro ekonomi investasi meliputi komponen yang pertama.

KATTWYK BRIDGE PDF

Pengantar Teori Mikroekonomi

To see what your friends thought of this book, please sign up. Oct 17, Agus rated it really liked it. From point D, the economy can choose any combination of output between F and G. An efficient economy is one that produces what people want at the least possible cost. Advantages and Disadvantages of E-books pengantaf.

GAMUT LOGIC LANGUAGE AND MEANING PDF

DAFTAR PUSTAKA Sukirno, Sadono. 2002. Teori Mikro Ekonomi ...

.

Related Articles