A733 TRANSISTOR PDF

Any such audit shall not interfere with the ordinary business operations of Licensee and shall be conducted at the expense of ON Semiconductor. Bipolar Junction Transistor 1. The remedies herein are not exclusive, but rather are cumulative and in addition to all other remedies available to ON Semiconductor. However, datashset the term of this Agreement ON Semiconductor may from time-to-time in its sole discretion provide such Support to Licensee, and provision of same shall not create nor impose any future obligation on ON Semiconductor to provide any such Support. Ships from and sold by NightFire Electronics. Nothing in this Agreement shall be construed as creating a joint venture, agency, partnership, trust or other similar association of any kind between the parties hereto.

Author:Aralabar Fenrimi
Country:Papua New Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):17 May 2005
Pages:98
PDF File Size:1.70 Mb
ePub File Size:19.38 Mb
ISBN:932-7-95098-846-3
Downloads:51337
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Magrel



Pada transistor terjadi pelewatan sinyal-sinyal di mana ketika berlalu melewatinya berubahlah sinyal-sinyal itu dalam levelnya, bentuknya atau dalam hal kedua-duanya level dan bentuknya.

Transistor dibuat dari bahan dasar yang bersifat semikonduktor, yaitu germanium atau silikon. Transistor lama lebih banyak dibuat dari bahan germanium sedangkan transistor-transistor modern lebih banyak menggunakan bahan silikon. Di dalam rangkaian-rangkaian elektronik transistor biasanya berfungsi sebagai penguat amplifier , untuk fungsi pensaklaran switching , atau pendeteksi detector.

Sekarang ini, transistor telah menjadi piranti elektronik penting yang menggantikan peran tabung vakum di dalam rangkaian-rangkaian elektronik. Keistimewaannya adalah ia beroperasi dalam tegangan atau daya yang lebih rendah dibandingkan dengan tabung vakum, bentuknya pun jauh lebih kecil.

Dalam perkembangannya peran transistor menjadi semakin lengkap dan meluas sehingga muncul jenis-jenis transistor baru dengan fungsi yang semakin baik dan semakin beragam. Di antara transistor-transistor yang paling umum dan paling banyak digunakan adalah transistor bi-polar. Transistor bi-polar Disebut transistor bi-polar karena transistror ini mempunyai dua kutub yang terbentuk atas material-material penyusunnya, yaitu semikonduktor type P positif dan semikonduktor type N negatif.

Pada kutub yang satu material semikonduktor mempunyai lubang-lubang holes bermuatan positif, di mana lubang-lubang ini dapat bergerak sebagai pengangkut muatan type P. Terbentuknya lubang-lubang ini adalah karena adanya elektron yang terbebas akibat diberi atom akseptor. Sedangkan pada kutub yang satunya lagi material semikonduktor tidak mempunyai lubang-lubang holes , hanya ion-ion positif yang terikat tidak bisa bergerak sedangkan padanya juga telah terbebas elektron-elektron akibat diberi atom donor type N.

Pada transistor PNP, dua lapisan bahan semikonduktor germanium atau silikon tipe P positif mengapit selapisan bahan semikonduktor tipe N negatif. Satu lapisan semikonduktor tipe P itu terhubung dengan satu elektroda dan berfungsi sebagai kolektor C , sedangkan satu lapisan lagi terhubung dengan satu elektroda dan berfungsi sebagai emitor E.

Lapisan semikonduktor tipe N terhubung dengan satu elektroda yang lainnya lagi dan berfungsi sebagai basis B. Pada transistor NPN, dua lapisan bahan semikonduktor tipe N mengapit selapisan bahan semikonduktor tipe P.

Satu lapisan tipe N terhubung dengan satu elektroda dan berfungsi sebagai kolektor, sedangkan satu lapisan tipe N yang lainnya terhubung dengan satu elektroda dan berfungsi sebagai emitor.

Lapisan semikonduktor tipe P terhubung dengan satu elektroda dan berfungsi sebagai basis. Pada pengoperasian transistor PNP, kolektor diberi tegangan negatif terhadap emitor, sedangkan pada transistor NPN kolektor diberi tegangan positif terhadap emitor. Tegangan antara kolektor dengan emitor ini disebut VCE. Basis transistor PNP diberi tegangan negatif terhadap emitor, sedangkan pada transistor NPN basis diberi tegangan positif terhadap emitor.

Tegangan antara basis dengan emitor ini adalah tegangan maju, disebut VBE. Besarnya VCE bisa variatif, tetapi tidak boleh melampaui tinggi VCEO yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuat transistor yang bersangkutan.

Setiap tipe transistor mempunyai ketentuan VCE maksimal yang bisa berbeda-beda. Besar tegangan antara basis dengan emitor VBE adalah tetap dan tidak bisa lebih besar dari nilai tetapnya, yaitu sekitar 0,2V bagi transistor yang dibuat dari bahan germanium transistor produksi lama dan sekitar 0,6V bagi transistor yang dibuat dari bahan silikon. Nama-nama transistor Setiap tipe transistor yang dibuat mempunyai nama atau inisial tentangnya yang dinyatakan dalam huruf-huruf dan angka-angka.

Setelah itu ada tiga atau empat angka yang merupakan nomor seri transistor. Penyebutan untuk transistor-transistor itu seringkali disingkat saja, misalnya A, A, D, D Transistor Amerika diawali dengan kode : 2N. Setelah itu terdapat beberapa angka yang merupakan nomor seri transistor. Contoh : 2N, 2N, 2N, 2N dan lain-lain.

Untuk mengetahuinya perlu melihat kepada lembaran data transistor yang bersangkutan. Transistor Eropa diawali dengan kode-kode huruf pertama dan huruf kedua. Pada perkembangannya penamaan atau pemberian inisial pada transistor semakin bervariasi dan lebih mengarah kepada penamaan menurut perusahaan-perusahaan pembuat transistor.

Besaran-besaran dalam data karakteristik transistor Setiap transistor mempunyai data yang memberikan gambaran tentang karakteristiknya. Data ini disertakan oleh pabrik atau perusahaan yang membuatnya sebagai keterangan atau patokan dasar berkaitan dengan penggunaan transistor tersebut di dalam rangkaian-rangkaian elektronik. VCEO, adalah tinggi tegangan maksimal antara kolektor dengan emitor dalam keadaan basis terbuka tidak ada hubungan atau sambungan.

Tegangan kerja antara kolektor dan emitor yang diberikan kepada transistor harus berada di bawah angka VCEO. IC, adalah besar arus maksimal yang mengalir pada kolektor. Besar arus maksimal ini tidak boleh dilampaui, karena itu dalam penggunaan transistor besar arus kolektor harus disetel agar senantiasa berada di bawah IC. Pd max, adalah disipasi daya maksimal transistor. Daya yang dibebankan kepada transistor harus berada di bawah ketentuan Pd max ini. Transistor tidak bisa digunakan sebagai penguat atau sebagai osilator pada frekwensi di atas fT.

Penyetelan arus basis akan mempengaruhi besar arus pada kolektor transistor, sebab arus kolektor adalah arus basis dikalikan dengan hFE.

Susunan elektroda transistor Transistor mempunyai bentuk yang bermacam-macam dan susunan elektroda kaki-kaki transistor pun bermacam-macam pula. Di antaranya yang paling umum adalah : Gambar a adalah untuk tipe transistor-transistor lama seperti : A, B, AC, AC, 2N dan lain-lain atau yang berbentuk serupa dengan itu. Gambar c adalah untuk tipe A, C produksi lama dan lain-lain atau yang berbentuk serupa dengan itu. Hampir semua transistor Jepang yang berbentuk serupa dengan itu mempunyai susunan kaki-kaki elektroda yang sedemikian.

Hampir semua transistor Eropa dengan inisial awal BC atau BF yang berbentuk serupa dengan itu mempunyai susunan kaki-kaki elektroda yang sedemikian. Semua transistor Jepang, Eropa dan Amerika yang berbentuk serupa dengan itu mempunyai susunan kaki-kaki elektroda sedemikian, kecuali beberapa jenis yang diproduksi oleh China. Semua transistor Jepang, Eropa dan Amerika yang berbentuk serupa dengan itu mempunyai susunan kaki-kaki elektroda sedemikian.

Gambar m adalah untuk tipe A, B, D, C dan lain-lain atau yang berbentuk serupa dengan itu.

LBRP RITUAL PDF

transistor tip41c

.

CCNL COMMERCIO E TERZIARIO 2011 PDF

PNP transistor 2SA733 A733 TO-92

.

JAVELIN STAMP MICROCONTROLLER PDF

2sa733 transistor

.

Related Articles