MAKALAH ASBABUN NUZUL PDF

Berdasarkan ukuran tertentu, Allah swt telah menjadikan apapun dengan sebab yang telah ditentukan. Setiap manusia lahir dan mengarungi kehidupan ini berdasarkan sebab yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Pengertian Asbabun Nuzul Asbabun Nuzul secara etimologi, merupakan kombinasi dari dua kata yaitu "Asbab " dan "nuzul ". Kata asbab berarti penyebab, alasan, illat, yang merupakan bentuk jamak dari kata sababun. Sementara itu, kata nuzul, mengandung arti turun yang merupakan kata kerja dari nazala.

Author:Nikora Dorg
Country:Bosnia & Herzegovina
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):24 September 2012
Pages:97
PDF File Size:16.95 Mb
ePub File Size:3.10 Mb
ISBN:421-5-93963-375-9
Downloads:84698
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shaktira



Machallafri Iskandar E 2. Fiay Syatirrodiah E 3. Salawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para keluarga, sahabat-sahabat dan pengikut- pengikutnya sampai hari penghabisan. Atas kekompakan kelompok 4 dan saran dari teman-teman maka disusunlah Makalah ini, semoga dengan tersusunnya Makalah ini dapat berguna bagi kami semua dalam memenuhi tugas dari mata kuliah Ulumul Quran dan semoga segala yang tertuang dalam Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi para pembaca dalam rangka membangun khasanah keilmuan.

Makalah ini disajikan khusus dengan tujuan untuk memberi arahan dan tuntunan agar yang membaca bisa menciptakan hal-hal yang lebih bermakna. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada: 1. Semua pihak yang telah membantu demi terbentuknya Makalah. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan belum sempurna. Untuk itu kami berharap akan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada para pembaca guna perbaikan langkah-langkah selanjutnya.

Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Manfaat Penulisan Sistematika Penulisan Asbab al-Nuzul Karenanya demi menyelesaikan problematika tersebut satu atau beberapa ayat dan kadangkala satu surah diturunkan sangat jelas bahwa ayat-ayat yang diturunkan pada setiap kesempatan, berkaiatan dan membahas peristiwa tersebut. Karena itu jika terdapat ketidakjelasan atau muncul masalah dalam lafadz atau makna, maka untuk menyelesaikannya harus dengan cara mengidentifikasi latar belakang peristiwa yang terjadi.

Untuk mengetahui makna dan tafsir setiap ayat secara utuh, langkah yang harus ditempuh adalah melihat sebab turunnya setiap ayat agar memperoleh pemahaman akan makna ayat yang sempurna. Jika tidak melihat sebab turunnya ayat, seringkali penafsiran ayat tidak memberikan penjelasan apapun. Asbabun nuzul dianggap sangat penting oleh para ulama karena dapat memahami arti dan makna ayat-ayat itu dan akan menghilangkan keraguan dalam menafsirkannya.

Apakah yang dimaksud asbab al-nuzul? Dari mana sumber asbab al-nuzul? Apa saja manfaat mengetahui asbab al-nuzul ayat Al- Quran? Menjelaskan dan mendekripsikan mengenai Asbab al-Nuzul yang terdiri dari Pengertian , Sumber, Manfaat. LatarBelakang 1. Pengertian Asbab al-Nuzul Secara bahasa Asbabun Nuzul terdiri dari dua kata yaitu Asbab, jamak dari sabab yang berarti sebab atau latar belakang, sedangkan Nuzul merupakan bentuk masdar dari anzala yang berarti turun.

Pengertian asbab an-nuzul secara istilah adalah sesuatu yang melatarbelakangi turunnya suatu ayat, yang mencakup suatu permasalahan dan menerangkan suatu hukum pada saat terjadi peristiwa- peristiwa. Ash-Shabuni : Asbab al-Nuzul adalah peristiwa atau kejadian yang menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat mulia yang berhubungan dengan peristiwa dan kejadian tersebut, baik berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi atau kejadian yang berkaitan dengan urusan agama.

Shubhi Shalih : Asbab al-Nuzul adlah sesuatu yang menjadi sebab turunnya satu atau beberapa ayat Al-Quran, ayat- ayat terkadang menyiratkan peristiwa itu, sebagai respons atasnya atau sebagai penjelas terhadap hukum-hukum disaat peristiwa itu terjadi. Bairut, , hlm. Bila Rasulullah S. Bentuk-bentuk peristiwa yang melatarbelakangi turunnya Al-Quran sangat beragam, diantarany berupa : Konfli sosial seperti ketegangan yang terejadi antara suku Aus dan suku Khazraj; Kesalahan besar, seperti kasus salah seorang sahabat yang mengimami shalat dalam keaadaan mabuk.

Dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang sahabat kepada Nabi, baik berkaitan dengan sesuatu yang telah lewat, sedang atau yang akan terjadi. Persoalan apakah semua ayat Al-Quran memiliki Asbab al-Nuzul telah menjadi kontroversi dikalangan para ulama.

Sebagian para ulama berpendapat bahwa tidak semua ayat Al-Quran memiliki Asbab al-Nuzul. Akan tetapi, ada yang mengatakan bahwa kesejaran Arabia pra-Quran pada masa turunnya Al-Quran merupakan latar belakang makro Al-Quran; sementara riwayat-riwayat Asbab al-Nuzul merupakan latar belakang mikronya. Pendapat ini berarti menganggap bahwa semua ayat Al- Quran memiliki sebab-sebab yang melatarbelakanginya.

Pedoman dan Sumber Asbab al-Nuzul 2. Pedoman dasar para ulama dalam mengetahui Asbab al-Nuzul adalah riwayat shahih yang berasal dari Rasulullah Saw atau dari para Sahabat. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain untuk mengetahuinya selain berdasarkan periwayatan pentransmisian yang benar naql al-shalih dari orang- orang yang melihat dan mendengar langsung tentang turunnya ayat al-Quran.

Seperti halnya periwayatan pada umumnya, diperlukan kehati-hatian dalam menerima riwayat yang berkaitan dengan Asbab al- Nuzul. Inilah jalan yang ditempuh oleh ulama Salaf. Mereka amat berhati-hati untuk mengatakan sesuatu mengenai Asbab al-Nuzul. Keketatan mereka itu dititikberatkan pada seleksi pribadi pembawa berita para rawi , sumber-sumber riwayat isnad , dan redaksi berita matan.

Nilai berita itu sendiri sama dengan berita-berita lain yang menyangkut Nabi dan kerasulan beliau, yaitu berita-berita hadis. Oleh karena itu bersangkut pula persoalan kuat dan lemahnya berita itu, shahih dan dhaif serta otentik dan palsunya.

Seperti halnya persoalan hadist pada umumnya, penuturan atau berita tentang sebab turunnya wahyu tertentu juga dapat beraneka ragam. Muhammad Abdul Adzim al-Zarqani menyebutkan bahwa Asbab al-Nuzul yang diriwayatkan dari seorang Sahabat bisa diterima meskipun tidak dikuatkan dengan riwayat lain.

Para Sahabat tidak mungkin mengatakan hal itu dari dirinya sendiri karena posisi mereka hanyalah mendengar dan meriwaytakan atau menyaksikan dan mengalihakan berita yang didengar dari Rasulullah Saw. Jika mereka menemukan kesangsian atau hal yang belum mereka ketahui maka mereka segera menanyakannya kepada Rasulullah. Maka datanglah kepada beliau dua malaikat, yang satu duduk sebelah kepala beliau dan satu lagi duduk sebelah kaki beliau.

Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkatlah batunya, kemudian amblillah gulungannya dan bakarlah. Setibanya di sumur itu, tampaklah airnya merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya, diangkat batunya, serta dikeluarkan gulungannya serta gulungannya dibakar.

Ternyata di dalam gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini al-Falaq dan an-Naas diturunkan berkenaan dengan hal tersebut. Setia kali Rasulullah mengucapkan satu ayat, terbukalah simpulnya.

Agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang membuat riwayat Asbab al-Nuzul, kita harus mengetahui bahwa betapapun kita besungguh-sungguh mencari riwayat- riwayat yang shahih yang memungkinkan kita memahami Asbab al-Nuzul, namun tidak mungkin mengumpulkan seluruh ayat yang turun sesudah ada pertanyaan atau sebab. Hal ini juga disebabkan karena ayat-ayat al-Quran yang turun ada yang dapat dipandang sebagai Asbab al-Nuzul. Contoh dalam hal ini adalah asbab an-nuzul turunnya surat al-infithoor ayat 6.

Ayat ini merupakan teguran kepada orang yang tidak percaya kepada ketentuan Allah. Manfaat Mengetahui Asbab al-Nuzul Az-zarqani dan As-Suyuthi mensyinyalir adanya kalangan berpendapat bahwa mengetahui asbab An-nuzul merupakan hal yang sia-sia dalam memahami Al-Quran.

Mereka beranggapan bahwa mencoba memahami Al- Quran dengan meletakkan ke dalam konteks historis adalah sama dengan membatasi pesan-pesannya pada ruang dan waktu tertentu. Namun, keberatan seperti ini tidaklah berdasar, karena tidak mungkin menguniversalkan pesan Al-quran diluar masa dan tempat pewahyuan, kecuali melalui pemahaman yang semestinya terhadap makna Al-Quran dalam konteks kesejarahannya. Mereka itu antara lain adalah Al-Wahidi berkata : bahwa Tidak mungkin kita mengetahui penafsiran ayat Al-Quran tanpa mengetahui kisahnya dan sebab turunnya.

Sementara itu Ibnu Taimiyah berkomentar : bahwa mengetahui alasan sabab penurunan membantu dalam memahami ayat karena pengetahuan tentang sebab sabab menghasilkan pengetahuan tentang yang disebabkan akibat. Dengan ini, Asbabun Nuzullah yang dapat menjelaskan siapa pelaku sejarah turunnya ayat, bagaimana rentetan kejadiannya, dan seterusnya.

Mayoritas ulama sepakat bahwa konteks kesejahteraan yang terakumulasi dalam riwayat-riwayat asbab An-Nuzul merupakan satu hal yang signifikan untuk memahami pesan-pesan al-Quran. Dalam uraian yang lebih rinci , Az-Zarqani mengemukakan urgensi Asbab an-Nuzuldalam memahami al-Quran , sebagai berikut: 1. Membantu dalam memahami sekaligus mengatasi ketidakpastian dalam menangkap pesan ayat-ayat al-Quran.

Artinya: 5. Dalam kasus sholat, dengan melihat zahir ayat diatas sesorang boleh menghadap kearah mana saja sesuai dengan kehendak hatinya.

Ia seakan-akan tidak menghadap kiblat ketika sholat. Akan tetapi ketika melihat asbab an-nuzul-nya, tahapan bahwa interpretasi tersebut keliru. Sebab, ayat diatas berkaitan dengan sesorang yang sedang berada dalam perjalanan dan melakukan sholat diatas kendaraan, atau berkaitan dengan orang yang berjihad dalam menentukan arah kiblat.

Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat Al-Quran, bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat khusus khusus As-sahab dan bukan lafadz yang bersifat umum umum al-lafadz.

Apabila lafal yang diturunkan itu lafal yang umum dan terdapat dalil atas pengkhususannya, maka pengetahuan mengenai asbabun nuzul membatasi pengkhususan itu hanya terhadap yang selain sebab. Maka ia tidak boleh dikeluarkan melalui ijtihad, karena ijtihad itu bersifat zanni dugaan.

Pendapat ini dijadikan pegangan oleh ulama umumnya. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan ayat tersebut turun. Memudahkan untuk menghafal dan memahami ayat Al-Quran, serta untuk memantapkan wahyu kedalam hati orang yang mendengarkan.

Sebab, hubungan sebab-akibat musabbab , hukum, peristiwa, dan pelaku, masa dan tempat merupakan satu jalinan yang bias mengikat hati. Ayat tersebut dalam rangka menjawab, emjelaskan dan menyelesaikan masalah- masalah yang timbul dari kejadian-kejadian tersebut. Asbab al- Nuzul merupakan bahan-bahan sejarah yang dipakai untuk menberikan keterangan-keterangan terhadap lembaran-lembaran dan memberinya konteks dalam memahami perintah-perintah-Nya. Rosihon Anwar, M.

Diakses pada 10 Oktober Related Papers.

ESCLAVO COMPROMETIDO EVANGELINE ANDERSON PDF

ASBABUN NUZUL

Secara etimologi Asbabun Nuzul adalah Sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Ash-Shabuni : Asbabun Nuzul adalah peristiwa atau kejadian yang menyebabkan turunya satu atau beberapa ayat mulia yang diajukan kepada nabi atau kejadian yang berkaitan dengan urusan agama. Atau sebagai penjelas terhadap hukum-hukum disaat peristiwa itu terjadi. Pendapat tersebut hampir merupakan konsensus para ulama. Karena itu mereka berusaha untuk mempelajari ilmu ini. Dan As-Suyuthi mengarang kitab Lubabun Nuqul fi Asbab An-Nuzul, sebuah kitab yang sangat memadai dan jelas serta belum ada yang mengarang. Tidak mungkin memahami kandungan makna suatu ayat tanpa mengetahui sebab turunnya ayat tersebut.

HANBO JITSU PDF

MAKALAH ASBABUN NUZUL

Salawat dan salam selalu tecurah kepada Nabi saw. Usep Dedi Rostandi, Lc. Semoga ilmu yang telah Bapak berikan bemanfaat untuk bekal kehidupan saya di kemudian hari. Bagaimana pengertian asbabun nuzul baik menurut bahasa, istilah serta para ulama.

ESPONDILOARTROSIS CERVICAL PDF

Al Quran sendiri dalam proses penurunannya mengalami banyak proses yang mana dalam penurunannya itu berangsur-angsur dan bermacam-macam nabi menerimanya. Sebagaimana dalam perjalanan pembukuan al Quran yang banyak mengalami hambatan sampai banyaknya para penghafal al quran yang meninggal, maka dalam proses aplikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga sangat banyak kendalanya. Kita mengenal turunnya al quran sebagai tanggal 17 Ramadhan. Maka setiap bulan 17 Ramadhan kita mengenal yang namanya Nuzulul Quran yaitu hari turunnya al Quran. Dalam penurunan al Quran terjadi di dua kota yaitu Madinah dan Mekkah.

Related Articles