BIDADARI UNTUK IKHWAN PDF

Sebuah novel yang menceritakan perjalanan hidup seorang ikhwan bernama Khalid. Seorang mahasiswa Fakultas Hukum tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Dengan kesibukannya ia tetap aktif dengan kegiatan dakwahnya yang penuh damai, santun, lembut tapi juga berani. Ia berdakwah kepada para preman sampai Bosnya juga ikut ngaji. Bahkan mereka menjadi saudara. Pengalaman dengan dosen pembimbing yang dianggap killer oleh teman-temannya, tapi ia tetap berjuang sampai akhirnya ia dipercaya dan berhasil.

Author:Kilrajas Moogura
Country:Dominican Republic
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):16 January 2015
Pages:273
PDF File Size:8.2 Mb
ePub File Size:19.41 Mb
ISBN:553-2-49453-974-2
Downloads:24630
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faukree



Minggu, 11 Agustus Bidadari Untuk Ikhwan 1. Oh iya, ana belum sholat dhuhur nich! Aku hanya hanya menganggukkan kepala, sambil berdiri dan berjalan menuju masjid kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari fakultasku. Hem, nikmat benar air wudhu yang membasahi kulit-kulitku ini. Terasa semua ringan dalam membasuh semua kotoran-kotoran dunia.

Iqhomat sudah mengumandang, tanda sholat akan dimulai. Siapa dia? Aku baru melihatnya sekarang! Dholim, jika aku mengacuhkan kebutuhan tubuh ini. Kenapa, mau ngajak makan? Tapi ingat Akh, ana kalau makan nggak suka kalau dikantin kampus kita ini!

Jadi kita harus lebih mengetahui keadaan saudaranya sendiri! Benar juga, kita Al-Ikhwan saudara jadi harus lebih tahu! Jadi antum harus mentraktir ana! Tentunya yang murah dan enak. Mungkin teman-teman masih ngisih kajian atau mengikuti kajian pikirku dalam hati. Aku merogoh saku celana, mencari kunci kontrakan.

Aku buka pintu sambil berucap salam, tetap tidak ada yang menjawab salamku. Mungkin memang teman-teman masih aktif dalam kegiatan masing-masing. Biasanya kalau jam-jam tidur siang ini, teman-teman masih lebih aktif untuk berdakwah.

Alhamdulillah kegiatanku sekarang sudah tidak sepadat seperti mereka, mungkin teman-teman mengerti kalau aku sekarang lebih disibukkan rencana untuk mengerjakan skripsi. Sehingga amanah-amanah dakwah, tidak begitu banyak dibebankan kepadaku.

Dulu, saat masih banyak-banyaknya aktifitas dakwahku. Tapi alhamdulillah sekarang lebih berkurang, sekarang aku hanya mengisi kajian ditempat para preman saja.

Pernah suatu hari, aku meminta tolong teman-teman untuk mengisi kajian para preman. Ternyata teman-teman banyak yang belum siap untuk mengembangkan dakwah dikalangan para preman. Sehingga kajian untuk para preman, masih tetap aku yang mengisi. Memang sangat unik sekali saat bertemu dengan preman-preman itu, saat-saat pertama mengenal mereka. Entah apa yang membuat para preman ini sadar, akan pentingnya mengenal Islam lebih dalam. Perjumpaan yang sangat unik, saat aku selesai mengisi kajian ditempat anak-anak yang kurang beruntung, aku berjalan sendirian diperkampungan kumuh itu.

Disebuah pinggiran kali, aku berpapasan dengan tiga para preman. Mereka melihatku dengan tatapan yang tajam, seakan aku adalah mangsa yang siap untuk diterkam, dan tentunya sangat lezat. Jantungku berdetak kencang, aku merasakan ketakutan saat berhadapan dengan para preman. Tak pelak aku pun beristikfar dalam hati dan meminta perlindungan kepada sang Maha pelindung. Tubuhku seakan siap menjadi tentara Allah yang akan menghadang para segerombolan kaum Bani Israil.

Aku hanya diam dan menatap mereka, serta bersiap siaga jika mereka akan berbuat sesuatu kepadaku. Tidak ada maksud lain selain itu. Saya dan teman-teman, mengajar dengan keIkhlasan. Bukan mencari permusuhan! Kamu sudah berani menginjak daerah kami! Si Bos preman hanya melihat dan diam saja. Darah sudah mendidih, luapan emosi sudah menerjang pada ketiga preman itu.

Aku juga sudah bersiapsiaga menerima serangan dari kedua preman itu. Maka akan banyak tentara Allah yang akan menghajar kalian! Kami menoleh pada Si bos preman itu. Aku masih tetap bersiapsiaga jika sewaktu-waktu mereka menyerangku.

Tetapi mereka adalah anak muda yang munafik, mereka mengatakan kebesaran Tuhannya tetapi mereka menakuti manusia. Mereka takut pada kami, para preman! Saat aku melihat kamu, aku ingin menguji keberanianmu, aku ingin menguji keimananmu, ingin menguji kekuatan kepercayaanmu kepada Tuhanmu. Dan menguji, apakah kamu dari golongan anak muda yang munafik itu? Sungguh luar biasa keberanianmu, engkau tak takut akan kematian.

Bahkan engkau mencari kematian, kematian diatas nama Tuhanmu! Dan ternyata kamu bukan dari golongan anak-anak muda yang munafik itu. Tapi Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah swt, rasa takutku pun menjadi sebuah keberanian. Ucapku dalam hati. Kami ingin anak-anak kami di didik oleh orang-orang yang memang mengerti tentang Tuhan.

Tidak takut akan ancaman manusia, tetapi dia lebih menakuti ancaman-ancaman Tuhannya. Sehingga anak-anak kami nantinya, menjadi seorang pemberani dalam hidup. Dan termasuk dari golongan orang-orang yang shaleh. Berharap akan datangnya cahaya keIlahian. Kami berpenampilan seperti ini, karena kami ingin melindungi daerah ini, dari preman-preman yang lain!

Dengan seperti ini kami lebih leluasa untuk bergerak. Saya hanya menginginkan keridhoan Allah saja dalam berjuang, bukan yang lainnya. Dan jika kamu butuh apa-apa silakan panggil kami. Tiada kata yang seindah dengan pengingatan keras, seperti apa yang diucapkan Bang Jamal. Sungguh aku benar-benar takut, takut jika tidak dapat mengemban amanah ini.

Sebuah ucapan yang harus diperhitungkan, meski ucapan itu diucapkan oleh orang-orang jalanan atau bahkan seorang preman. Tiada hal yang harus kita singkirkan, dari pernyataan seorang preman yang begitu agung. Mungkin pernyataan Bang Jamal, layak disetarakan dengan Aristoteles atau mungkin Imam Ghazali, sungguh pernyataan yang tidak dapat diduga dari mulut seorang yang masih tidak begitu mengenal tentang kebenaran dari Tuhan.

Yang aku tahu, dijaman seperti sekarang ini pernyataan yang di ucapkan oleh Bang Jamal sangat langka. Kita lebih banyak tahu, tentang orang-orang yang selalu berpikiran sempit tentang ajaran-ajaran kebenaran ini, Islam. Apalagi menganggap bahwa, anak-anak yang mempelajari agama Islam, adalah anak-anak yang ketinggalan jaman.

Mereka mungkin lupa dengan apa yang dikatakan Imanuel Kant, bahwa tingkatan paling tinggi dari estetika dan etika, dari derajat manusia adalah rasa keimanan yang tinggi terhadap agamanya relegius. Setelah aku kenal bang Jamal, terjadi banyak hal yang memang membuatku kagum dengan Dia. Sosok preman yang satu ini memang beda dengan preman-preman yang lainnya. Dia tidak pernah meminta uang apapun didaerah kekuasaannya, apalagi hanya sebatas uang keamanaan.

Tetapi tetap kerjanya Bang Jamal, jadi bodyguardnya pemilik hotel. Kata Bang Jamal sich, pemilik hotel itu takut, takut kalau ada yang bikin gara-gara dihotelnya.

Jadi akhirnya Bang Jamal yang diminta perlindungannya. Sungguh memang ironis dinegara kita ini, para penegak hukumnya sudah tidak lagi dapat diandalkan sebagai penegak hukum yang sebenarnya. Hingga akhirnya orang- orang yang punya uang pun, lebih aman dijaga preman dan satpam.

Setalah sering bertemu, akhirnya aku beranikan diri untuk mengajak Bang Jamal bikin kajian khusus para preman-preman. Tiada hal yang dapat menggembirakan hati ini, kecuali ajakan untuk berbuat baik disambut dengan kebaikan pula. Sejak saat itulah, aku sering mengisi kajian para preman- preman. Dan akhirnya aku banyak tahu, nama-nama dari preman diwilayahku sendiri.

Lambat laun kajian para preman yang aku adakan semakin ramai saja, karena para preman ini sering mengajak teman-teman preman lainnya untuk ikut ngaji juga. Beberapa preman yang masih baru mengikuti kajian, banyak yang canggung. Sehingga sesekali ada celetukan yang kadang jorok, lucu, atau bahkan mengharukan. Kesan yang membuatku kagum dengan semangat mereka, semangat yang ingin lepas dari jeratan syetan.

Sungguh besar rahmat Allah, disaat banyak orang yang menjauhi agama Islam, tetapi mereka dengan berbondong-bondong belajar agama yang haq ini, Islam. Mereka tidak merasa malu dengan keIslamannya, bahkan hari demi hari mereka menjadi bangga dengan apa yang mereka peroleh.

Sejak saat itu aku sering main kerumah bang Jamal, tak jarang pun bang Jamal main-main ketempat kosku. Beberapa teman-teman aktivis dakwah sempat kaget, dengan jalinan pertemananku dengan bang Jamal. Antum punya banyak binaan preman, kok gak disuruh untuk lebih meningkatkan keimanannya! Seseorang diberikan peringatan tidak harus langsung, kita harus mengetahui kadar keimanan dari seseorang yang akan kita beri peringatan.

Ana takut, kalau ana memberikan peringatan yang keras kepada mereka, akhirnya menjadi lari dengan dakwah kita. Cukup tunjukkan perilaku kita saja, biar mereka meniru apa yang kita perbuat, dan tidak usah banyak berkata-kata!

Karena sesungguhnya, Islam adalah agama prilaku! Maka berikan contoh, karena sesungguhnya contoh itu yang mudah untuk ditiru.

DERMATOGLYPHICS MULTIPLE INTELLIGENCE TEST PDF

BIDADARI UNTUK IKHWAN PDF

Minggu, 11 Agustus Bidadari Untuk Ikhwan 1. Oh iya, ana belum sholat dhuhur nich! Aku hanya hanya menganggukkan kepala, sambil berdiri dan berjalan menuju masjid kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari fakultasku. Hem, nikmat benar air wudhu yang membasahi kulit-kulitku ini. Terasa semua ringan dalam membasuh semua kotoran-kotoran dunia. Iqhomat sudah mengumandang, tanda sholat akan dimulai.

BIDAYAT AL-HIDAYAH PDF

Bidadari Untuk Ikhwan ~ Fajar Agustanto

Nalrajas Adalah hanya untuk dakwah. The Hall of Music by NovemberMarie. Cheeeek that out dude. Kata Motivasi Mario Teguh Apk v. Android is a trademark of Google Inc Page generated in 0. Developed by Diwanggara Studio Imported by mobile9.

Related Articles