HIPNOTIK SEDATIF PDF

Efeknya bergantung dosis, mulai dari ringan yaitu menyebabkan tenang atau kantuk, menidurkan, hingga berat yaitu kehilangan kesadaran, keadaan anestesi, koma dan mati. Dan di harapkan kepada mahasiswi bidan dapat menambah wawasan secara lebih luas dan kelak akan di jadikan pelajaran pada saat telah menjadi seorang bidan. Apa saja contoh dari Obat Sedatif? Bagaimana keamanan dalam pemakaiannya? Sedatif adalah substansi yang memiliki aktifitas moderate yang memberikan efek menenangkan, sementara hipnotik adalah substansi yang dapat memberikan efek mengantuk dan yang dapat memberikan onset serta mempertahankan tidur.

Author:JoJoktilar Yozahn
Country:Suriname
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):13 November 2008
Pages:472
PDF File Size:1.69 Mb
ePub File Size:14.17 Mb
ISBN:942-6-18533-409-6
Downloads:21737
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arashile



Adapun penulisan dalam makalah ini, disusun secara sistematis dan berdasarkan metode-metode yang ada, agar mudah dipelajari dan dipahami sehingga dapat menambah wawasan pemikiran para pembaca. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun makalah ini.

Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. Disamping penggunaannya dalam terapi, obat-obat SSP dipakai walaupun tanpa resep untuk meningkatkan kesejahteraan seseorang. Cara kerja berbagai obat pada SSP tidak selalu dapat dijelaskan. Walaupun demikian,dalam 30 tahun terakhir, banyak kemajuaan yang diperoleh dalam bidang metodologi farmakologi SSP.

Saat ini telah dapat diteliti cara kerja suatu obat pada sel-sel tertentu atau bahkan pada kanal ion tunggal didalam sinaps. Informasi yang diperoleh dalam studi studi semacam ini merupakan dasar dari sejumlah perkembangan yang utama dalam penelitian SSP.

Pertama, telah jelas bahwa hampir semua obat SSP, bekerja pada reseptor khusus yang mengatur transmisi sinaps. Sejumlah kecil obat seperti anastesi umum dan alkohol dapat bekerja secara non spesifik pada membran meskipun perkecualian ini tidak sepenuhnya diterima , tetapi bahkan kerja yang tidak diperantarai oleh reseptor inipun akan menghasilkan perubahan dalam transmisi sinaps yang dapat dibuktikan.

Kedua, obat-obatan merupakan salah satu alat terpenting untuk mempelajari seluruh aspek fisiologi SSP, mulai dari terjadinya bangkitan sampai penyimpanan memori jangka panjang. Ketiga, penguraian kerja obat-obat yang efikasi klinisnya diketahui telah menghasilkan beberapa hipotesis yang sangat berguna berkaitan dengan berbagai mekanisme penyakit. Misalnya, informasi tentang kerja obat antipsikotik pada reseptor dopamin memberikan dasar hipotesis yang penting mengenai patofisiologi skizoprenia.

Apa pengertian sedatif dan hipnotik? Apa saja obat — obat yang termasuk golongan sedatif dan hipnotik? Bagaimana mekanisme kerja, farmakokinetik, dan farmakodinamik obat sedatif dan hipnotik? Untuk memahami pengertian sedatif dan hipnotik. Untuk mengetahui obat — obat yang termasuk golongan sedatif dan hipnotik. Untuk mengetahui mekanisme kerja, farmakokinetik, dan farmakodinamik obat sedatif dan hipnotik. Untuk menambah pengetahuan penulis. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Farmakologi.

Hipnotik adalah Zat-zat dalam dosis terapi diperuntukkan meningkatkan keinginan untuk tidur dan mempermudah atau menyebabkan tidur. Hipnotik dan sedatif merupakan golongan obat pendepresi susunan syaraf pusat SSP. Efeknya bergantung kepada dosis, mulai dari yang ringan yaitu menyebabkan tenang atau kantuk, menidurkan, hingga yang berat yaitu hilangnya kesadaran, keadaan anestesia, koma dan mati.

Pada dosis terapi, obat sedatif menekan aktivitas mental, menurunkan respons terhadap rangsangan emosi sehingga menenangkan. Obat hipnotik menyebabkan kantuk dan mempermudah tidur serta mempertahankan tidur yang menyerupai tidur fisiologis. Efek sedasi juga merupakan efek samping beberapa golongan obat lain yang tidak termasuk obat golongan depresab SSP.

Walaupun obat tersebut memperkuat penekanan SSP, secara tersendiri obat tersebut memperlihatkan efek yang lebih spesifik pada dosis yang jauh lebih kecil daripada dosis yang dibutuhkan untuk mendepresi SSP secara umum. Beberapa obat dalam golongan hipnotik dan sedatif, khususnya golongan benzodiazepin diindikasikan juga sebagai pelemas otot, antiepilepsi, antiansietas anticemas , dan sebagai penginduksi anestesia. Benzodiazepin: alprazopam, klordiazepoksid, klorazepat, diazepam, flurazepam, lorazepam 2.

Barbiturat: amobarbital, pentobarbital, fenobarbital, sekobarbital, thiopental. Lain-lain: Propofol, Ketamin, Dekstromethorpan 3 Page 2. Benzodiazepin memiliki lima efek farmakologi sekaligus, yaitu anxiolisis, sedasi, anti konvulsi, relaksasi otot melalui medula spinalis, dan amnesia retrograde.

Benzodiazepin dikembangkan pertama kali pada akhir tahun an dengan derivat pertama kali yang dipasarkan adalah klordiazepoksid semula dinamakan methaminodiazepokside pada tahun , kemudian dilakukan biotransformasi menjadi diazepam , nitrazepam , oksazepam , medazepam , lorazepam , klorazepat , flurazepam , temazepam , triazolam dan clobazam , ketazolam , lormetazepam , flunirazepam, bromazepam, prazepam , dan alprazolam Golongan Benzodiazepin menggantikan penggunaan golongan Barbiturat yang mulai ditinggalkan, Keunggulan benzodiazepine dari barbiturate yaitu rendahnya tingkat toleransi obat, potensi penyalahgunaan yang rendah, margin dosis aman yang lebar, dan tidak menginduksi enzim mikrosom di hati.

Benzodiazepin telah banyak digunakan sebagai pengganti barbiturat sebagai premedikasi dan menimbulkan sedasi pada pasien dalam monitorng anestesi. Penggolongan Benzodiazepin Berdasarkan kecepatan metabolismenya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu short acting, long acting, ultra short acting.

Obat-obat ini dirombak dengan jalan demetilasi dan hidroksilasi menjadi metabolit aktif sehingga memperpanjang waktu kerja yang kemudian dirombak kembali menjadi oksazepam yang dikonjugasi menjadi glukoronida tak aktif. Sehingga waktu kerjanya tidak diperpanjang. Obat-obat ini jarang menghasilkan efek sisa karena tidak terakumulasi pada penggunaan berulang.

Hanya kurang dari 5,5 jam. Efek abstinensia lebih besar terjadi pada obat-obatan jenis ini. Selain sisa metabolit aktif menentukan untuk 4 Page perpanjangan waktu kerja, afinitas terhadap reseptor juga sangant menentukan lamanya efek yang terjadi saat penggunaan Rumus Kimia Benzodiazepin Benzodiazepin adalah obat hipnotik-sedatif terpenting. Semua struktur yang ada pada benzodiazepine menunjukkan 1,4-benzodiazepin.

Kebanyakan mengandung gugusan karboksamid dalam struktur cincin heterosiklik beranggota 7. Substituen pada posisi 7 ini sangat penting dalam aktivitas hipnotik-sedatif. Mekanisme Kerja Golongan Benzodiazepin Efek farmakologi benzodiazepine merupakan akibat aksi gamma-aminobutyric acid GABA sebagai neurotransmitter penghambat di otak.

Benzodiazepine tidak mengaktifkan reseptor GABA A melainkan meningkatkan kepekaan reseptor GABA A terhadap neurotransmitter penghambat sehingga kanal klorida terbuka dan terjadi hiperpolarisasi sinaptik membran sel dan mendorong post sinaptik membran sel tidak dapat dieksitasi.

BDZs tidak menggantikan GABA, yang mengikat pada alpha sub-unit, tetapi meningkatkan frekuensi pembukaan saluran yang mengarah ke peningkatan konduktansi ion klorida dan penghambatan potensial aksi.

Hal ini menghasilkan efek anxiolisis, sedasi, amnesia retrograde, potensiasi alkohol, antikonvulsi dan relaksasi otot skeletal. Hanya dua efek saja yang merupakan kerja golongan ini pada jaringan perifer : vasodilatasi koroner setelah pemberian dosis terapi golongan benzodiazepine tertentu secara iv , dan blokade neuromuskular yang hanya terjadi pada pemberian dosis tinggi.

Farmakokinetik Sifat fisikokimia dan farmakokinetik benzodiazepine sangat mempengaruhi penggunaannya dalam klinik karena menentukan lama kerjanya.

Semua benzodiazepine dalam bentuk nonionic memiliki koefesien distribusi lemak : air yang tinggi; namun sifat lipofiliknya daoat bervariasi lebih dari 50 kali, bergantung kepada polaritas dan elektronegativitas berbagai senyawa benzodiazepine. Setelah pemberian per oral, kadar puncak benzodiazepin plasma dapat dicapai dalam waktu 0, jam.

Kecuali lorazepam, absorbsi benzodiazepin melalui suntikan IM tidak tratur. Secara umum penggunaan terapi benzodiazepine bergantung kepada waktu paruhnya, dan tidak selalu sesuia dengan indikasi yang dipasarkan. Benzodiazepin yang bermanfaat sebagai antikonvulsi harus memiliki waktu paruh yang panjang, dan dibutuhkan cepat masuk ke dalam otak agar dapat mengatasi status epilepsi secara cepat.

Benzodiazepin dengan waktu paruh yang pendek diperlukan sebagai hipnotik, walaupun memiliki kelemahan yaitu peningkatan penyalahgunaan dan dan berat gejala putus obat setelah penggunaannya secara kronik. Sebagai ansietas, benzodiazepine harus memiliki waktu paruh yang panjang, meskipun disertai risiko neuropsikologik disebabkan akumulasi obat. Contoh obat a. Midazolam Midazolam merupakan benzodiazepine yang larut air dengan struktur cincin yang stabil dalam larutan dan metabolisme yang cepat.

Selain itu afinitas terhadap reseptor GABA 2 kali lebih kuat disbanding diazepam. Efek amnesia pada obat ini ebih kuat dibandingkan efek sedasi sehingga pasien dapat terbangun namun tidak akan ingat kejadian dan pembicaraan yang terjadi selama beberapa jam. Diazepam Diazepam adalah benzodiazepine yang sangat larut dalam lemak dan memiliki durasi kerja yang lebih panjang dibandingkan midazolam.

Diazepam dilarutkan dengan pelarut organic propilen glikol, sodium benzoat karena tidak larut dalam air. Larutannya pekat dengan pH 6,,9. Lorazepam Lorazepam memiliki struktur yang sama dengan oxazepam, hanya berbeda pada adanya klorida ekstra pada posisi orto 5-pheynil moiety.

Lorazepam lebih kuat dalam sedasi dan amnesia disbanding midazolam dan diazepam sedangkan efek sampingnya sama. Flurazepam Flurazepam diindikasikan sebagai obat untuk mengatasi insomnia.

Hasil dari uji klinik terkontrol telah menunjukkan bahwa Flurazepam menguarangi secara bermakna waktu induksi tidur, jumlah dan lama terbangun selama tidur , maupun lamanya tidur.

Mula efek hipnotik rata-rata 17 menit setelah pemberian obat secara oral dan berakhir hingga 8 jam. Efek residu sedasi di siang hari terjadi pada sebagian besar penderita,oleh metabolit aktifnya yang masa kerjanya panjang, karena itu obat Fluarazepam cocok untuk pengobatan insomia jangka panjang dan insomnia jangka pendek yang disertai gejala ansietas di siang hari.

Nitrazepam Nitrazepam juga termasuk golongan Benzodiazepine. GABA adalah suatu senyawa kimia penghambat utama di otak yang menyebabkan rasa kantuk dan mengontrol kecemasan.

Nitrazepam bekerja dengan meningkatkan aktivitas GABA, sehingga mengurangi fungsi otak pada area tertentu. Dimana menimbulkan rasa kantuk, menghilangka rasa cemas, dan membuat otot relaksasi. Nitrazepam biasanya digunakan untuk mengobati insomnia. Nitrazepam mengurangi waktu terjaga sebelum tidur dan terbangun di malam hari, juga meningkatkan panjangnnya waktu tidur. Seperti Nitrazepam ada dalam tubuh beberapa jam, rasa kantuk bisa tetap terjadi sehari kemudian.

Estazolam Estazolam digunakan jangka pendek untuk membantu agar mudah tidur dan tetap tidur sepanjang malam. Estazolam tersedia dalam bentuk tablet digunakan secara oral diminum sebelum atau sesudah makan. Estazolam biasanya digunakan sebelum tidur bila diperlukan. Penggunaannya harus sesuai dengan resep yang dibuat oleh dokter anda. Estazolam dapat menyebabkan kecanduan. Jangan minum lebih dari dosis yang diberikan, lebih sering, atau untuk waktu yang lebih lama daripada petunjuk resep.

Toleransi bisa terjad pada pemakaian jangka panjang dan berlebihan. Jangan digunakan lebih dari 12 minggu atau berhenti menggunakannnya tanpa konsultasi dengan dokter. Dokter akan mengurangi dosis secara bertahap. Pengguna akan mengalami sulit tidur satu atau dua hari setelah berhenti menggunakan obat ini 7 Page g. Zolpidem Tartrate Zolpidem Tartrate bukan Hipnotika dari golongan Benzodiazepin tetapi merupakan turunan dari Imidazopyridine.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 10 mg. Zolpidem disetujui untuk penggunaan jangka pendek biasanya dua minggu untuk mengobati insomnia. Pengurangan waktu jaga dan peningkatan waktu tidur hingga 5 minggu telah dilakukan melalui uji klinik yang terkontrol.

Insomnia yang bertahan setelah 7 hingga 10 hari pengobatan menandakan adanya gangguan jiwa atau penyakit. Insomnia bertambah buruk atau tingkah laku dan pikiran yang tidak normal secara tiba-tiba merupakan konsekwensi pada penderita dengan gangguan kejiwaan yang tidak diketahui atau gangguan fisik.

Namun sekarang kecuali untuk beberapa penggunaan yang spesifik, barbiturate telah banyak digantikan dengan benzodiazepine yang lebih aman, pengecualian fenobarbital yang memiliki anti konvulsi yang masih sama banyak digunakan. Secara kimia, barbiturate merupakan derivate asam barbiturate.

BASHUNDHARA CITY LOTTERY RESULT 2012 PDF

Sakinleştirici

Latar Belakang Hipnotik sedatif adalah istilah untuk obat-obatan yang mampu mendepresisistem saraf pusat. Sedatif adalah substansi yang memiliki aktifitas moderate yangmemberikan efek menenangkan, sementara hipnotik adalah substansi yang dapatmemberikan efek mengantuk dan yang dapat memberikan onset sertamempertahankan tidur. Beberapa macam obat dalam dunia kedokreran, seperti magadomdigunakan sebagai zat penenang sedativa-hipnotika. Pemakaian sedativa-hipnotika dalam dosis kecil dapat menenangkan, dan dalam dosis besar dapatmembuat orang yang memakainya tertidur. Gejala akibat pemakaiannya adalah mula-mula gelisah, mengamuk lalumengantuk, malas, daya pikir menurun, bicara dan tindakan lambat. Jika sudahkecanduan, kemudian diputus pemakainya maka akan menimbulkan gejalagelisah, sukar tidur, gemetar, muntah, berkeringat, denyut nadi cepat, tekanandarah naik , dan kejang-kejang. Jika pemakainya overdosis maka akan timbulgejala gelisah, kendali diri turun, banyak bicara, tetapi tidak jelas, sempoyangan,suka bertengkar, napas lambat, kesadaran turun, pingsan, dan jika pemakainyamelebihi dosis tertentu dapat menimbulkan kematian.

CLYDE LENTZ AND BILL KENTON THE ART OF MANIPULATION PDF

Diğer Hipnotik ve Sedatifler

Efeknya bergantung kepada dosis, mulai dari yang ringan yaitu menyebabkan tenang atau kantuk, menidurkan, hingga yang berat yaitu hilangnya kesadaran, keadaan anestesia, koma dan mati. Pada dosis terapi, obat sedatif menekan aktivitas mental, menurunkan respons terhadap rangsangan emosi sehingga menenangkan. Obat hipnotik menyebabkan kantuk dan mempermudah tidur serta mempertahankan tidur yang menyerupai tidur fisiologis. Efek sedasi juga merupakan efek samping beberapa golongan obat lain yang tidak termasuk obat golongan depresab SSP. Walaupun obat tersebut memperkuat penekanan SSP, secara tersendiri obat tersebut memperlihatkan efek yang lebih spesifik pada dosis yang jauh lebih kecil daripada dosis yang dibutuhkan untuk mendepresi SSP secara umum.

INEDITO YVONNE VENEGAS PDF

Efeknya bergantung dosis, mulai dari ringan yaitu menyebabkan tenang atau kantuk, menidurkan, hingga berat yaitu kehilangan kesadaran, keadaan anestesi, koma dan mati. Sedatif adalah substansi yang memiliki aktifitas moderate yang memberikan efek menenangkan, sementara hipnotik adalah substansi yang dapat memberikan efek mengantuk dan yang dapat memberikan onset serta mempertahankan tidur. Obat-obatan sedatiif hipnotik diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yakni: 1. Benzodiazepin 3. Golongan obat nonbarbiturat-nonbenzodiazepin 3.

HAFIZ DIVANI PDF

Sedatif menekan reaksi terhadap perangsangan, terutama rangsangan emosi tanpa menimbulkan kantuk yang berat. Hipnotik menyebabkan tidur yang sulit dibangunkan disertai penurunan refleks hingga kadang-kadang kehilangan tonus otot Djamhuri, Hipnotika dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu benzodiazepin, contohnya: flurazepam, lorazepam, temazepam, triazolam; barbiturat, contohnya: fenobarbital, tiopental, butobarbital; hipnotik sedatif lain, contohnya: kloralhidrat, etklorvinol, glutetimid, metiprilon, meprobamat; dan alkohol Ganiswarna dkk, Efek samping umum hipnotika mirip dengan efek samping morfin, yaitu: a. Sifat ini paling ringan pada flurazepam dan zat-zat benzodiazepin lainnya, demikian pula pada kloralhidrat dan paraldehida; b. Kebanyakan obat tidur bersifat lipofil, mudah melarut dan berkumulasi di jaringan lemak Tjay, Pada umumnya, semua senyawa benzodiazepin memiliki daya kerja yaitu khasiat anksiolitis, sedatif hipnotis, antikonvulsif dan daya relaksasi otot.

Related Articles