BUDIDAYA KEPITING BAKAU PDF

Untuk itu perlu adanya usaha budidaya bagi jenis crustacea yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Usaha budidaya kepiting bakau harus didukung oleh tersedianya lahan yang bebas polusi, benih dan kemampuan pengelolaan secara teknis maupun manajemen. Lahan pemeliharaan dapat menggunakan tambak tradisional sebagaimana dipakai untuk memelihara udang atau bandeng. Jenis Kepiting Bakau Jenis kepiting bakau yang mempunyai nilai ekonomis tinggi antara lain : Scylla serrata, jenis ini mempunyai ciri warna keabu-abuan sampai warna hijau kemerah-merahan. Scylla oceanica, berwarna kehijauandan terdapat garis berwarna coklat pada hampir seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian perut.

Author:Zulkikus Shakalabar
Country:Cyprus
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):16 May 2019
Pages:52
PDF File Size:12.45 Mb
ePub File Size:17.48 Mb
ISBN:259-9-63206-916-3
Downloads:12407
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Datilar



Dalam budidaya kepiting bakau, diperlukan ketersediaan lahan bebas polusi, pengelolaan yang baik, serta benih yang unggul. Untuk lahan pemeliharaan, tambak tradisional yang biasanya digunakan untuk memelihara bandeng atau udang bisa dimanfaatkan. Ada beberapa macam Kepiting Bakau yang bisa kita ketahui: Scylla oceanica: kepiting jenis ini warnanya agak kehijauan serta memiliki garis coklat di hampir semua bagian tubuhnya, terkecuali di bagian perutnya, Scylla serrata: kepiting jenis ini memiliki ciri khas warna keabu-abuan hingga hijau kemerah-merahan, Scylla transquebarica: jenis yang terakhir ini warnanya kehijauan hingga kehitaman dan terdapat sedikit garis coklat pada bagian kaki renangnya.

Dibandingkan dua jenis kepiting lainnya, Scylla serrata memiliki ukuran lebih kecil di usia yang sama. Namun dibandingkan yang lain, jenis ini lebih bersaing dan diminati pembeli. Pada kepiting, kedua sifat ini adalah ciri khas yang paling menonjol, sehingga hal ini pula yang menjadi tantangan dalam usaha pembudidayaan kepiting. Kesukaannya berendam di dalam lumpur serta membuat lubang di pematang atau dinding tambak pemeliharaan. Kepekaan pada tingkat pencemaran atau polutan.

Ganti kulit atau molting. Siklus Hidup Kepiting Bakau Scylla serrata : Siklus hidup Kepiting Bakau sejak telur mengalami fertilisasi dan lepas dari tubuh induk betina akan mengalami berbagai macam tahap, yaitu: Sekali perkawinan bisa 3 kali memijah.

Pelepasan telur bisa terjadi setengah jam dan proses penetasan dapat berlangsung selama 3 hari. Proses perkembangan telur hingga penuh berlangsung selama 30 hari. Ciri-ciri masing-masing siklus Kepiting Bakau Scylla serrata : Larva Zoea: Pada tahap Zoea, berlangsung proses pergantian kulit molting selama hari.

Pada stadium ini larva akan sangat peka terhadap perubahan lingkungan terutama kadar garam dan suhu air. Fase Megalops: Pada fase ini larva masih mengalami proses molting namun relatif lebih lama yaiu sekitar 15 hari. Kepiting Muda: Pada fase ini tubuh krpiting masih dapat terus membesar. Kepiting Dewasa: Pada stadium ini selain masih mengalami perbesaran tubuh, karapaks juga bertambah lebar sekitar mm. Kepiting dewasa berumur 15 bulan dapat memiliki lebar karapaks sebesar 17 cm dan berat gr.

Kualitas air yang dibutuhkan untuk hidup dan dapat tumbuh secara baik yaitu: kadar garam ppt, suhu C, pH 7,,5 dan DO lebih dari 5 ppm. Perilaku kepiting bakau bersifat kanibal, kepiting yang tidak sedang moulting sering dijumpai memakan kepiting yang sedang moulting.

Pakan untuk kepiting bakau yaitu dari berbagai jenis binatang seperti ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan dari limbah pemotongan ayam, juga suka diberi pakan udang yang berupa pelet kering, kelas grower. Masa pemeliharaan biasanya minggu. Masa pemeliharaan 1 bulan dan minggu setelah ablasi mata dilakukan. Dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai situasi dan potensi lokasi budidaya kepiting bakau. Prinsip yang harus dilakukan yaitu kepiting bakau tidak boleh lepas, maka perlu kurungan atau sekeliling tanggul tempat pemeliharaan pagar dari bambu yang cukup rapat.

Dihindari dari kemungkinan besar terjadi kanibalisme. Lama pemeliharaan 3 bulan. Lama pemeliharaan minggu. Produksi kepiting bakau-soka, bercangkang lunak. Pergantian kulit ini secara alami dirangsang oleh alam yaitu saat air pasang tertinggi, kemelimpahan pakan.

Jenis pakan harus kaya akan protein dengan jumlah yang cukup, dari bebrbagai jenis ikan rucah, cumi-cumi dan kerang. Pemberian Pakan: Kepiting bakau diberi pakan berbagai jenis pakan dari cumi-cumi, kerang, ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan ayam, atau pelet kering, pakan udang untuk kelas grower. Penanggulangan Penyakit: Penyakit kepiting bakau dapat dicegah dengan cara menjaga agar kualitas air tetap pada kondisi baik, hindarkan lingkungan menjadi kotor dan pemakaian antibiotik yang cenderung mengendap di dasar tambak.

Cara Pemanenan: Pada sistem pemeliharaan di tambah dengan pagar bambu, pemanenan dilakukan dengan cara membuang air tambah sampai kedalaman 30 cm lalu kepiting ditangkap dengan alat tongkat bambu yang dibuat seperti ajir.

Cara ini kurang dianjurkan karena sering menyebabkan capitnya lepas dan harga kepiting bakau akan anjlok. Cara yang dianjurkan yaitu membuang air tambak sampai habis, dan kepiting akan lebih mudah ditangkap dengan seser dari bahan bambu. Mengikat kaki kepinting bakau secara benar, hal ini dapat menghindarkan capit kepiting bakau lepas dan cara ini dilakukan untuk memudahkan mengangkutnya.

Dan jangan sampai ketinggalan juga melihat artikel lainnya mengenai Cara Budidaya Pembesaran Ikan Bawal Pada Kolam Tepal sebagai tambahan alternatif untuk anda.

BRIATHRA NA GAEILGE PDF

Cara Budidaya Kepiting Bakau di Tambak – Perawatan Sampai Panen

Dalam budidaya kepiting bakau, diperlukan ketersediaan lahan bebas polusi, pengelolaan yang baik, serta benih yang unggul. Untuk lahan pemeliharaan, tambak tradisional yang biasanya digunakan untuk memelihara bandeng atau udang bisa dimanfaatkan. Ada beberapa macam Kepiting Bakau yang bisa kita ketahui: Scylla oceanica: kepiting jenis ini warnanya agak kehijauan serta memiliki garis coklat di hampir semua bagian tubuhnya, terkecuali di bagian perutnya, Scylla serrata: kepiting jenis ini memiliki ciri khas warna keabu-abuan hingga hijau kemerah-merahan, Scylla transquebarica: jenis yang terakhir ini warnanya kehijauan hingga kehitaman dan terdapat sedikit garis coklat pada bagian kaki renangnya. Dibandingkan dua jenis kepiting lainnya, Scylla serrata memiliki ukuran lebih kecil di usia yang sama. Namun dibandingkan yang lain, jenis ini lebih bersaing dan diminati pembeli. Pada kepiting, kedua sifat ini adalah ciri khas yang paling menonjol, sehingga hal ini pula yang menjadi tantangan dalam usaha pembudidayaan kepiting.

ARABIC SOCIOLINGUISTICS BASSIOUNEY PDF

Budidaya Kepiting Bakau

Pada mulanya kepiting bakau hanya dianggap hama oleh Petani tambak, karena sering membuat kebocoran pada pematang tambak. Tetapi setelah mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, maka keberadaannya banyak diburu dan ditangkap oleh nelayan untuk penghasilan tambahan dan bahkan telah mulai dibudidayakan secara tradisional di tambak. Kepiting bakau banyak dijumpai di perairan payau yang banyak ditumbuhi tanaman mangrove. Kepiting bakau sangat disenangi oleh masyarakat mengingat rasanya yang lezat dengan kandungan nutrisi sejajar dengan crustacea yang lain seperti udang yang banyak diminati baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri. Begitu banyak hasil laut dan air tawar yang merupakan komoditas andalan suatu daerah bahkan suatu negara seperti, ikan, kerang, udang, lobster dan kepiting. Khusus untuk kepiting sangat jarang masyarakat kita yang membudidayakan kepiting secara khusus, padahal jika dikelola dan dikembangkan secara terpadu, maka kepiting ini sangat menjanjikan. Potensi pasar yang cukup besar memberi peluang bagi pengembangan budidaya kepiting bakau secara lebih serius dan komersial.

LOEWE PRIJSLIJST 2011 PDF

Tempat Pemeliharaan Tempat pemeliharaan kepiting bakau bisa berupa kurungan bambu, waring, maupun bak beton. Untuk tempat pemeliharaan kepiting yang berasal dari kurungan bambu karamba disarankan berukuran 1,5x1x1meter atau 2x1x1meter. Hal ini bertujuan memperrmudah pengelolaannya terutama pada waktu mengangkat karamba di waktu panen. Oleh sebab itu pemilihan dan pengelolaan benih harus benar dan tepat. Kesehatan benih juga bisa dilihat dari kelengkapan kaki-kakinya.

Related Articles