ASKEP OTITIS MEDIA PDF

Telinga tengah adalah organ yang memiliki penghalang yang biasanya dalam keadaan steril. Otitis media sebenarnya adalah diagnosa yang paling sering dijumpai pada anak — anak di bawah usia 15 tahun. Paling sering terjadi bila terdapat disfungsi tuba eustachii seperti obstruksi yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, inflamasi jaringan disekitarnya eg : sinusitis, hipertrofi adenoid atau reaksi alergik eg : rhinitis alergika dan sering diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Gejala yang sering ditimbulkan pada otitis media biasanya ialah rasa nyeri, pendengaran berkurang, demam, pusing, juga kadang disertai mendengar suara dengung tinitus. Sebagaimana halnya dengan kejadian infeksi saluran pernapasan atas ISPA , otitis media juga merupakan salah satu penyakit langganan anak.

Author:Voodoot Tojazil
Country:Jamaica
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):16 December 2013
Pages:482
PDF File Size:12.8 Mb
ePub File Size:19.91 Mb
ISBN:868-8-88112-554-6
Downloads:16819
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faunris



Membrane tymphani tampak kusam warna kuning redup sampai abu-abu pada otoskopi pneumatik, dan dapat terlihat gelembung udara dalam telinga tengah. Audiogram biasanya menunjukkan adanya kehilangan pendengaran konduktif. Biasanya tidak ada nyeri kecuali pada kasus mastoiditis akut, dimana daerah post aurikuler menjadi nyeri tekan dan bahkan merah dan edema. Kolesteatoma, sendiri biasanya tidak menyebabkan nyeri. Evaluasi otoskopik membrane timpani memperlihatkan adanya perforasi, dan kolesteatoma dapat terlihat sebagai masa putih di belakang membrane timpani atau keluar ke kanalis eksterna melalui lubang perforasi.

Kolesteatoma dapat juga tidak terlihat pada pemeriksaan oleh ahli otoskopi. Hasil audiometric pada kasus kolesteatoma sering memperlihatkan kehilangan pendengaran konduktif atau campuran. Pemeriksaan Diagnostik 1. Otoscope untuk melakukan auskultasi pada bagian telinga luar 2. Timpanogram untuk mengukur keseuaian dan kekakuan membrane timpani 3. Kultur dan uji sensitifitas ; dilakukan bila dilakukan timpanosentesis Aspirasi jarum dari telinga tengah melalui membrane timpani.

Penatalaksanaan Medis Hasil penatalaksanaan otitis media bergantung pada efektifitas terapi e. Pilihan pertama adalah Amoksisilin; pilihan kedua — digunakan bila diperkirakan organismenya resisten terhadap amoksisilin — adalah amoksisilin dengan klavulanat Augmentin ; sefalosporin generasi kedua , atau trimetoprin sulfametoksazol. Pada klien yang alergi penisilin, dapat diberikan eritronmisin dan sulfonamide atau trimetoprim — sulfa. Untuk otitis media serosa otitis media dengan efusi , terapi yang umum dilakukan adalah menunggu.

Keadaan ini umumnya sembuh sendiri dalam 2 bulan. Untuk otitis media serosa yang persisten, dianjurkan untuk melakukan miringotomi. Miringotomi adalah prosedur bedah dengan memasukkan selang penyeimbang tekanan ke dalam membrane timpani. Hal ini memungkinkan ventilasi dari telinga tengah, mengurangi tekanan negative dan memungkinkan drainase cairan. Selang itu umumnya lepas sendiri setelah 6 sampai 12 bulan. Kemungkinan komplikasinya adala atrofi membrane timpani, timpanosklerosis parut pada membrane timpani , perforasi kronik, dan kolesteatoma.

Tujuan : memperbaiki komunikasi o mengurangi kegaduhan pada lingkungan klien o Memandang klien ketika sedang berbicara o Berbicara jelas dan tegas pada klien tanpa perlu berteriak o Memberikan pencahayaan yang memadai bila klien bergantung pada gerab bibir o Menggunakan tanda — tanda nonverbal mis.

Ekspresi wajah, menunjuk, atau gerakan tubuh dan bentuk komunikasi lainnya. Gale, Danielle. Price, Sylvia. Pemeriksaan Fisik Tekanan darah menurun dan nadi cepat.

Perubahan pada pola dan frekuensi pernafasan. Tumor paru dapat berupa benigna atau meligna. Tumor paru maligna dapat primer, yang timbul di dalam paru atau mediastinum, atau dapat merupakan metastasis dari tumor primer dimanapun di dalam tubuh. Tumor paru metastatik seringkali karena aliran darah membawa sel-sel kanker yang bebas dari kanker primer dimana saja di dalam tubuh ke paru. Tumor tumbuh di dalam dan di antara alveoli dan bronki, mendorong alveoli dan bronki sejalan dengan pertumbuhan mereka.

Proses ini dapat terjadi selama waktu yang lama, menyebabkan beberapa gejala atau tidak sama sekali. Banyak tumor paru timbul dari epitelium bronchial. Adenoma bronchial adalah tumor yang tumbuh lambat, biasanya benigna, tetapi mereka dapat sangat vascular dan oleh karenanya menimbulkan gejala-gejala perdarahan dan obstruksi bronchial. Karsinoma bronkogenik adalah tumor maligna yang timbul dari bronkus. Tumor seperti ini adalah epidermoid, biasanya terletak dalam bronki yang besar atau mungkin adenokarsinoma yang timbul jauh di luar paru.

Juga terdapat beberapa tipe kanker paru intermediate atau jenis yang tidak dapat dibedakan, diidentifikasi melalui jenis selnya. Diet rendah vitamin A berkaitan dengan terjadinya kanker paru.

COLDFUSION 8 CFDOCUMENT PDF

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN OTITIS MEDIA

Ns Oleh : 1. Nisa Aprilia Saputri 2. Nurifatul Farida 3. Pandu Sukmo N. Dan juga kami berterima kasih pada bapak Saelan, S. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai definisi, etiologi dan segala hal yang berkaitan dengan Otitis Media. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan.

ANIMATRIX SCRIPT PDF

Posted by Reza Indra W on Yang paling sering terlihat ialah : 1. Otitis media viral akut 2. Otitis media bakterial akut 3. Otitis media nekrotik akut B. Patofisiologi Umumnya otitis media dari nasofaring yang kemudian mengenai telinga tengah, kecuali pada kasus yang relatif jarang, yang mendapatkan infeksi bakteri yang membocorkan membran timpani.

BUILDER EUROKODY PDF

Membrane tymphani tampak kusam warna kuning redup sampai abu-abu pada otoskopi pneumatik, dan dapat terlihat gelembung udara dalam telinga tengah. Audiogram biasanya menunjukkan adanya kehilangan pendengaran konduktif. Biasanya tidak ada nyeri kecuali pada kasus mastoiditis akut, dimana daerah post aurikuler menjadi nyeri tekan dan bahkan merah dan edema. Kolesteatoma, sendiri biasanya tidak menyebabkan nyeri. Evaluasi otoskopik membrane timpani memperlihatkan adanya perforasi, dan kolesteatoma dapat terlihat sebagai masa putih di belakang membrane timpani atau keluar ke kanalis eksterna melalui lubang perforasi.

Related Articles